07 April 2010

漢字「かんじ」-Huruf China

Mengenai kanji:
Sedikit membicarakan tentang sejarah kanji di Jepang. Sekitar abad kedua setelah masehi, kanji masuk dari China ke Jepang. Mengenai jalur masuknya kemungkinan besar melalui jalur perdagangan. Sebelumnya Jepang sama sekali tidak memiliki sistem penulisan apapun. Secara historis jumlah kanji lebih dari 40.000, bahkan dalam kamus kanji China ada yang mencatat karakter kanji yang pernah ada mencapai 80.000 (woowwwww!!!!). Sialnya, hampir samua kata yang ada di Jepang ditulis dengan kanji. Tapi tenang saja. Untungnya kanji yang digunakan di Jepang hanya sekitar 6000 karakter saja, itu pun yang paling sering digunakan hanya sekitar 1945 saja(Lebih dikenal dengan Joyo Kanji). Jadi intinya, kamu butuh untuk hafal kanji agar bisa membaca(buku) dengan baik.

Di Jepang, ke 1945 kanji itu dipelajari dalam 9 tahun wajib belajar. Yup, dari kelas 1 SD sampai kelas 9 SMP. Dengan jumlah kanji yang berbeda-beda tiap tingkatnya. Sekitar 900 karakter saat masih di SD, dan 1000 saat SMP. Dan jika ada kanji yang belum diajarkan, dalam buku teks pelajaran kata akan ditulis dengan hiragana atau katakana walau sebenarnya memiliki kanji.
Di Jepang, ada regulasi yang mensyaratkan media(koran, majalah dan temen-temennya) untuk menyertakan cara membaca kanji yang tidak masuk dalam kategori Joyo kanji(1945). Cara membaca ini umumnya, diberikan diatas kanji aslinya(untuk sistem penulisan mendatar) atau disamping kirinya(untuk yang menggunakan sistem penulisan menurun.) Dan biasanya disebut dengan Furigana. Bagi yang tidak mengikuti peraturan ini, akan dikenakan sanksi.
音読み dan 訓読み
Umumnya setiap kanji di Jepang, memiliki dua jenis bacaan, yaitu Onyomi(音読み) dan Kunyomi(訓読み). Onyomi merupakan bacaan Chinanya(masih ingat? Kalau kanji diimpor dari China?) sedangkan kunyomi adalah bacaan Jepangnya. Untuk kanji yang berdiri sendirian (walau diiringi beberapa kana) umumnya akan menggunakan bacaan Kun. Sedangkan yang berdiri dengan kanji lain, umumnya dibaca dengan bacaan On. Misalnya , bacaan On-nya adalah "shin" digunakan dalam kanji gabungan 新聞, dan bacaan Kun-nya adalah "atara.shii(新しい)" digunakan dalam 新しい(berdiri sendiri). Walau begitu, kadang kala ada kanji yang memiliki bacaan On dan Kun masing masing lebih dari satu. Misalnya saja kanji yang memiliki bacaan Kun "うえ、うわ、かみ、あ-げる、あ-がる、のぼ-る、のぼ-せる、のぼ-す" dan bacaan On "ジョウ、ショウ".
Di Samudra's Blog, bacaan Kun akan ditulis dengan huruf hiragana sedangakan bacaan On dengan huruf hiragana. Dan jika kanji tersebut memiliki Okurigana(kumpulan hiragana yang mengekor pada kanji, umumnya pada kata kerja atau kata sifat), cara baca Kun-nya akan dipisakan. Misal, 黒い(hitam), cara baca Kun-nya adalah "くろ.い". Semoga cukup jelas.
Kenapa harus kanji?
Partanyaan ini umum ditanyakan oleh mereka yang sedang mempelajari Bahasa Jepang. Dan aku sendiri pun pernah bertanya-tanya, kenapa ada kanji? Alasannya cukup sederhana. Karena terlalu banyak homonim dalam bahasa Jepang. Misalkan saja aku sebutkan "はな" makan akan muncul kemungkinan-kemungkinan kanji beserta artinya masing-masing "花、鼻、華、洟、端、塙". Jadi, mana yang lebih mudah? Langsung menuliskan kanjinya? Atau harus menebak-nebak dulu?
Belajar kanji memang sulit. Tapi akan lebih sulit jika sama sekali tidak mengenal kanji. Yang terpenting adalah, selalu berusaha dengan giat. Ingat! Artikel ini sangat mungkin untuk mengalami pengeditan atau pengubahan

3 comments:

  1. q mau cantumin huruf china d fb

    ReplyDelete
  2. nice post gAN...


    http://sehatnews.wordpress.com

    ReplyDelete
  3. 外国人を日本語を勉強して、特に漢字に興味があるのは本当に珍しいことです。私も日本語を大学で4年間勉強したがそれでも1945の漢字をすべて覚えていません、また、漢字は使わなければ使わないほどだんだん忘れるようになることもあります。 漢字を覚える中で一番大事なのは書くことだと思います、何回も漢字を紙で書いて、覚えることが一番効率的にいいと思います、
    では皆さん、漢字をきわめていきましょう

    (From :hyunzas@yahoo.co.jp)

    ReplyDelete

Terima kasih atas Feed Back Anda (^,^)a