26 June 2009

Golongan Darah AB0

Sistem ini ditemukan oleh K. Landsteiner, Austria. Landsteiner menemukan bahwa darah manusia yang berbeda golongan akan menggumpal apabila tercampur. Dan ini dapat menimbulkan kematian.

Berdasarkan penelitiannya, Landsteiner membagi golongan darah manusia menjadi empat, yaitu "A" "B" "AB" dan "0". "0" menggunakan angka dan cara membaca nol, bukan "O" (ou), kenapa demikian, akan di jelaskan di bagian bawah nanti. Karena sistemnya menggunakan label AB0, maka dinamakan (dikenal) dengan "Sistem Penggolongan Darah AB0 (baca:ABnol)"

Landsteiner menggolongkan darah berdasarkan ada tidaknya antigen-antibodi di dalam darah seseorang. Antigen (zat asing) berupa aglutinogen (penggumpal), sedangkan antibodi (pelawan antigen) berupa aglutinin (yang digumpalkan). Kedua-duanya (aglutinin-aglutinogen) berupa protein yang berada dalam darah.

Golongan darah aglutinogen aglutinin
A A β
B B α
AB AB -
0 - α,β


Golongan darah A memiliki aglutinogen A dan aglutinin β.
Golongan darah B memiliki aglutinogen B dan aglutinin α.
Golongan darah AB memiliki aglutinogen A,B dan tidak memiliki aglutinin.
Golongan darah 0 tidak memiliki aglutinogen tetapi memiliki aglutinin α,β. Sekarang tahu khan, kenapa pake nol bukan O, karena tidak memiliki aglutinogen, itu jawabannya.

X 0(α,β) A(A,β) B(B,α) AB(A,B)
0(α,β) tidak tidak tidak tidak
A(A,β) ya tidak ya tidak
B(B,α) ya ya tidak tidak
AB(A,B) ya ya ya tidak


keterangan:
mendatar>>resipien
menurun>>donor

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa: aglutinogen A dapat menggumpalkan aglutinin α, aglutinogen B dapat menggumpalkan aglutinin β. Jika orang bergolongan darah A mendapatkan transfusi darah dari golongan B, darahnya akan mengalami aglutinasi (penggumpalan) karena terjadi pencampuran antara aglutinogen A dan aglutinin α. Dimana, antara aglutinogen dan aglutinin saling menolak.

Golongan darah 0 dapat menyumbangkan (mentransfusikan) darahnya ke semua golongan darah tanpa terjadi penggumpalan, hal ini menyebabkan golongan darah 0 sebagai donor universal. Sebaliknya golongan darah AB dapat menerima semua golongan darah, sehingga disebut resipien universal. Meskipun demikian, tetap terjadi kasus penggumpalan darah. Oleh karena itu sebaiknya untuk setiap golongan darah menerima dari golongan yang sama demi menghindari terjadi penggumpalan darah. Pentransfusian darah secara alternatif ini hanya dilakukan dalam keadaan darurat.

Aglutinogen A dihasilkan oleh gen A, sedangkan aglutinogen B dihasilkan oleh gen B, sedangkan yang tidak menghasilkan aglutinogen adalah 0. Gen-gen penentu golongan darah, dalam hereditas, diberi simbol I, singkatan dari isohemaglutinogen, sehingga alel-alelnya disimbolkan IA,IB,I0. Lihat tabel:

Golongan Homozigot Heterozigot
A IAIA IAI0
B IBIB IBI0
AB - IAIB
0 I0I0 -


Berdasarkan tabel diatas, apabila terjadi pernikahan antara orang bergolongan darah A dan A, belum tentu keturunannya harus A, tapi tak mungkin B atau AB. Tergantung homozigot atau tidak.

kemungkinan genotipe: IAIA dan IAI0
kemungkinan gamet laki-laki IA,IA atau IA,I0 perempuan IA,IA atau IA,I0
jadi kemungkinan keturunan
untuk homozigot IAIA X homozigot IAIA adalah 100% bergolongan darah A.
untuk heterozigot IAI0 X homozigot IAIA adalah 100% bergolongan darah A
untuk heterozigot A IAI0 x heterozigot A IAI0 adalah 75% A 25% 0.

24 comments:

  1. terima kasih sangat membantu :)

    ReplyDelete
  2. maaf, bukannya aglutininnya A itu β ?

    ReplyDelete
  3. Saya tidak menemukan adanya kesalahan..

    ReplyDelete
  4. kayaknya ada yang salah di aglutinogen sama aglutininnya......

    ReplyDelete
  5. Oh ya, Pada bagian tabel ya? Saya mohon maaf atas kekeliruan saya ini...

    ReplyDelete
  6. wahh ...
    terima kasih yaa ..
    ini sangat membantu ..

    ReplyDelete
  7. terima kasih, ini yang selama ini saya cari

    ReplyDelete
  8. Terima kasih... tugas sekolah saya akhirnya telah selesai...

    ReplyDelete
  9. Tabel golongan darahnya salah tuh
    Untuk Golongan darah B, aglutininnya bukan β tp α

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Makasih ya infonya. Bagus banget. Tugas saya jadi kebantu berkat posting ini :)

    ReplyDelete
  12. Sip, sangat membantuuu utk tugas sayyyaa ;)

    ReplyDelete
  13. Ada yang salah nggak dengan kalimat "Jika orang bergolongan darah A mendapatkan transfusi darah dari golongan B, darahnya akan mengalami aglutinasi (penggumpalan) karena terjadi pencampuran antara aglutinogen A dan aglutinin α", kenapa tidak " Jika orang bergolongan darah A mendapatkan transfusi darah dari golongan B, darahnya akan mengalami aglutinasi (penggumpalan) karena terjadi pencampuran antara aglutinogen B dan aglutinin β"? Coba di aplikasikan misal golongan darah O mendapat donor dari golongan darah A, padahal O tidak punya aglutinogen. Jadi menurut pendapat saya, pada proses tranfusi darah aglutinin resipien lebih reaktif sedangkan aglutinogen pendonor juga reaktif. atau mungkin saya yang salah menganalisis. Terima kasih

    ReplyDelete
  14. Saya pernah membaca artikel ini:
    Saat ini mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa golongan darah 0 bisa dipakai untuk transfusi ke golongan darah lain ( A, B, dan AB ) karena itulah golongan darah 0 disebut sebagai “Universal Donor”. Tapi sebenarnya hal itu tidak benar, karena pemberian golongan darah 0 kepada golongan darah lain pada kenyataannya bisa memberikan efek samping pada si penerima. Terlebih lagi bila di dalam plasma darah, golongan darah 0 ini terdapat anti A atau anti B yang ber”titer” tinggi ( 1/64 ).

    Di Negara – negara lain anggapan golongan darah 0 merupakan “Universal Darah” sudah tidak dianut lagi, kecuali kalau diberikan dalam bentuk Packed Red Cells.

    G. B. Elliott dalam jurnalnya: “Transiently Dangerous Universal Blood” mengatakan bahwa Universal donor itu berbahaya. Dan sebenarnya pernyataan Dangerous Universal Donor ini sudah diperkenalkan oleh Levine dan Mabee di tahun 1923.

    ReplyDelete
  15. Saya akui, memang teori diatas sudah tidak relevan lagi untuk saat ini. misalnya saja, faktor rhesus juga berperan sangat penting dalam transfusi darah.

    tapi untuk menambah pengetahuan tentang sejarah pertransfusian, saya rasa teori diatas perlu untuk disampaikan.

    ReplyDelete
  16. terima kasih kk artikelnya, sangat membantu saya menemukan alasan mengapa gol. darah AB menurut teori adalah resipien universal dan gol. darah 0 yang menurut teori adalah donor universal

    ReplyDelete
  17. setau saya sih Jika orang bergolongan darah A mendapatkan transfusi darah dari golongan B, darahnya akan mengalami aglutina karena terjadi pencampuran antara aglutinogen B dan aglutinin β. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas Feed Back Anda (^,^)a