05 March 2009

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA (STAN)

A. The Headline STAN
1. Sejarah Singkat STAN

Hi guys!!!
Mungkin kata STAN udah ga asing buat kamu semua,,
Apa sich yang ada di benak kamu semua ketika denger kata ” STAN ”??
SEREM!!ITUNG”AN!!BELAJAR..BELAJAR..BELAJAR ato tempat yang kamu semua impi”kan selama ini ??
Nah mau tau jawabanya STAN itu seperti apa???!!
Simak deh yang berikut ini....

STAN itu kependekan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (bukan Sekolah Tinggi Administrasi Negara!!) yaitu sebuah sekolah kedinasan dibawah Departemen Keuangan. STAN sangat lekat dengan sebutan gelar kampus plat merah, karena STAN merupakan sekolah kedinasan. Salah satu dari banyak sekolah tinggi kedinasan yang notabene dikelola oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di bawah Departemen Keuangan. Jadi seperti kendaraan dinas dengan plat merah, tapi jaket almameter yang dipakai berwarna biru.




STAN juga punya visi dan misi Lho!!
Visi STAN sendiri yaitu Menjadi sebuah Perguruan Tinggi terbaik di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik.

Sedangkan Misinya :
· Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang keuangan dan akuntansi sektor publik yang bermoral tinggi dan berwawasan global.
· Melaksanakan penelitian di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik.
· Melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik.

Setelah kita tau nich visi dan misi STAN, pengen tau donk sejarahnya!!
Awal STAN berdiri bernama STIKN (Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara). Sejak awal kemerdekaan sudah dirasakan kurangnya tenaga ahli yang terampil di bidang keuangan. Atas dasar inilah Departemen Keuangan Republik Indonesia mengadakan kaderisasi melalui pengiriman karyawan-karyawannya untuk melakukan pendidikan di dalam dan di luar negeri. Di samping pendidikan yang diselenggarakan secara sendiri. Pendidikan yang mula-mula diselenggarakan adalah Akademi Ajun Akuntan Negara dan Ajun Akuntan Pajak, Akademi Pajak dan Pabean, serta kursus Treasury Negara. Memang sejarah pendidikan tinggi di Departemen Keuangan ini cukup unik dan panjang. Sejak tahun 1952 sampai sekarang telah mengalami beberapa kali ganti baju dengan polesan sana sini. Pendidikan itu timbul tenggelam sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan tenaga ahli Departemen Keuangan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, pendidikan untuk di bidang akuntansi diharuskan oleh Depatemen Keuangan karena dirasakan masih kurangnya tenaga ahli di bidang akuntansi. Beberapa sekolah kedinasan yang didirikan oleh depkeu antara lain:

a. Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara (STIKN)
Setelah Akademi Pajak dan Pabean dibubarkan tanggal 5 Oktober 1959, lahirlah STIKN berdasarkan SK MenKeu Nomor 175402/UP/X tanggal 31 Desember 1959. STIKN mempunyai 4 Jurusan yaitu Pajak Umum, Bea Cukai, Akuntansi, dan Kebendaharaan Umum dengan masa pendidikan 5 tahun.

b. Akademi Treasury Negara (ATN)
Pendirian ATN merupakan sebagai pengembangan dari kursus Treasury Negara serta untuk menyediakan tenaga ahli di bidang keuangan, didirikanlah Akademi Treasury Negara berdasarkan SK MenKeu nomor 28158/UP/X pada tanggal 7 April 1960 dengan masa pendidikan 3 tahun. Berdasarkan SK MenKeu nomor 28158/UP/X pada tanggal 7 April 1960 didirikanlah ATN( akademi Treasury Negara) dengan tujtuan menyediakan tenaga – tenaga ahli di bidang keuangan dengan masa pendidikan 3 tahun.

c. Akademi Dinas Pemeriksa Keuangan
Akademi yang semula bernama Kursus Tinggi Pengawasan Keuangan ini didirikan atas Instruksi Ketua BAPEKA Nomor 32/BP/63 tanggal 30 September 1963 dengan masa pendidikan 3 tahun.Badan inilah yang menangani pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen Keuangan yang semula dikelola oleh tiap Direktorat Jenderal.
BPPK meliputi ; Sekretariat, Pusdiklat Perpajkan, Pusdiklat Bea dan Cukai, Pusdiklat Pengawsan, Pusdiklat IPEDA, dan Pegadaian, Pusdiklat Akuntansi (STAN). Sesuai perkembangan tugas dan tanggung jawab BPPK untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di lingkungan Departemen Keuangan, dirasakan perlu adanya pengembangan organisasi. Dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Keuangan tahun 1981, susunan organisasi BPPK mengalami perubahan. Pusdiklat Kebendaharaan Umum diganti dengan Pusdiklat Anggaran serta muncul Pusdiklat baru yaitu Pusdiklat Keuangan Umum.

d. Institut Ilmu Keuangan (IIK)
Didirikan berdasarkan SKB Menkeu dan Mendikbud nomor 302/ MenKeu/1967 (3/PT/1967) tanggal 15 Desember 1967 yang kemudian dipertegas dengan SK Presiden RI nomor 167 tanggal 6 Mei 1968. IIK ini merupakan integrasi dari STIKN, A3N, ATN, A3P, APBN, dan APDK. Pusat pendidikan adalah di Jakarta dengan cabang di Medan, Bandung dan Surabaya. Empat jurusan yang ada di IIK adalah Kebendaharaan Umum, Pajak Umum, Bea dan Cukai, serta Akuntansi. Dengan keluarnya Keppres nomor 34 tahun 1972 tentang tanggung jawab fungsional pendidikan dan latihan yang untuk pelaksanaannya ditegaskan melalui Inpres nomor 15 tahun 1974, pimpinan departemen memutuskan untuk meninjau kembali status IIK dan akhirnya menganggap tidak perlu lagi dipertahankan.

e. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Prodip Keuangan
Setelah IIK ditutup dan perguruan tinggi waktu itu belum ada yang menghasilkan akuntan maka didirikanlah STAN untuk menghasilkan tenaga akuntan yang dibutuhkan pada waktu itu. Berdirinya STAN Prodip ini adalah berdasarkan Keppres nomor 45 tahun 1974 jo Keppres nomor 12 tahun 1976. Ijin penyelenggaraan pendidikan dari Menteri P & K diperoleh dengan SK nomor 13495/MPK/1975 tanggal 17 Maret 1975. Program Diploma Keuangan ini dilaksanakan berdasarkan SK Mendikbud nomor 0145/U/1982 tentang persamaan ijasah/STTB dari lembaga pendidikan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi STAN dan Prodip Keuangan terpisah dalam pendidikannya dimana STAN khusus untuk jurusan akuntansi saja.

f. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
STAN sekarang merupakan perkembangan dari STAN Prodip Keuangan yang sebelumnya terpisah. STAN merupakan integrasi dari Jurusan Akuntansi dan Program Diploma Keuangan. Program pendidikan yang diselenggarakan di kampus Jurangmangu saat ini yaitu:
a. D III Spesialisasi Akuntansi Pemerintah
b. D III Spesialisasi Kebendaharaan Negara
c. D III Spesialisasi Bea dan Cukai
d. D III Spesialisasi Perpajakan
e. D III Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai
f. D III Spesialisasi Pengurusan Piutang Dan Lelang Negara (PPLN)
Perubahan-perubahan di atas menunjukkan adanya dinamika dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Departemen Keuangan, seiring dengan kebutuhan sumber daya yang terampil di Departemen Keuangan. Tentunya kita semua berharap agar semua perubahan itu ditujukan untuk semakin meningkatkan kualitas SDM di Departemen Keuangan seiring meningkatnya tuntutan tugas perkembangan permasalahan yang semakin kompleks. Tentunya kita semua berharap agar perubahan itu semakin meningkatkan kualitas SDM di depkeu seiring meningkatnya tuntutan tugas permasalahan keuangan di Indonesia yang kompleks.

karena STAN sebuah sekolah kedinasan dibawah Departemen Keuangan awalnya STAN menerapkan ikatan dinas dalam arti ketika masih dalam pendidikan mahasiswa telah mendapatkan status PNS. Status PNS ini didapatkan mahasiswa ketika naik ke tingkat II sehingga mereka masih kuliah pun sudah mendapatkan gaji layaknya pegawai negeri lain yang sudah bekerja.WALAUPUN FORMAT IKATAN ITU SUDAH DIUBAH SEJAK 1997, TAPI JANGAN KHAWATIR!!! SEMUA MAHASISWA STAN SETELAH LULUS AKAN DIANGKAT SEBAGAI PNS DI LINGKUNGAN DEPKEU. Akan tetapi mulai tahun 1997, format ikatan dinas tersebut diubah. Semua mahasiswa STAN tetap diangkat sebagai PNS di lingkungan Departemen Keuangan tetapi tidak pada waktu naik ke tingkat II melainkan pada saat mereka lulus. Konsekuensinya selama masa kuliah mahasiswa tidak mendapatkan gaji layaknya sekolah kedinasan lainnya seperti STPDN, AKABRI, AKIP dan lain sebagainya.

HAL YANG PALING PENTING TEMEN”KETAHUI!!!

STAN tidak memungut biaya pendidikan sepeserpun dari mahasiswanya dalam kata lain kuliah di STAN GRATIS ABEEEEEEZZZ!!!. Semua fasilitas pendidikan tersedia di STAN. Salah satunya kita tidak perlu membeli buku diktat karena STAN meminjamkan semua buku diktat yang diperlukan. Setiap tahunnya STAN juga membagikan buku tulis sehingga lagi-lagi kita tidak perlu mengeluarkan uang.
Di lain pihak, meroketnya biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) semakin memperkokoh eksistensi STAN sebagai kampus rakyat. Jika dulunya yang berminat belajar di STAN kebanyakan dilatar-belakangi masalah ekonomi, kini tidak lagi demikian. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang mengadu nasib di Ujian Saringan Masuk (USM) STAN 2005 telah mencapai 82.000 orang padahal lembaga telah membatasi syarat minimal nilai rata-rata Surat Tanda Lulus (STL) sebesar 7,00.MENAKJUBKAN BUKAN??!!

SELAIN GRATIS ALASAN LAIN MENGAPA KITA HARUS KULIAH DI STAN????
KARENA SETELAH KITA LULUS DARI STAN KITA TELAH DIJAMIN LANGSUNG KERJA.WOY...DAHSYAT KAN!!!JADI TEMEN” SEMUA GA PERLU PUSING” MENCARI PEKERJAAN SETELAH LULUS NANTINYA.KARENA lulusan STAN telah dijamin langsung mendapatkan pekerjaan sebagai PNS di Departemen Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), atau di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sudah menjadi fenomena sosial di negara-negara berkembang bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh semakin besar pula kemungkinan menjadi pengangguran. Selain beban ekonomi, beban sosial yang ditanggung sarjana yang menganggur juga tak kalah beratnya. Ditengah sulitnya mencari pekerjaan bagi sarjana yang baru lulus kuliah tersebut, STAN bisa menjadi alternatif problem solver yang menjanjikan untuk dipilih.

PNS Departemen Keuangan juga memiliki kelebihan dibandingkan PNS di Departemen atau instansi lainnya MENGAPA??mereka mendapatkan tunjangan khusus yang disebut Tunjangan Khusus Pengelola Keuangan Negara (TKPKN) yang jumlahnya lebih besar dari gaji pokok yang diterima. Selain itu kesempatan menempuh pendidikan di Departemen Keuangan, BPK dan BPKP sangat terbuka lebar. Banyak sekali bea siswa yang ditawarkan untuk menempuh pendidikan S2 atau S3 baik di dalam maupun di luar negeri.BUAT TEMEN” yang mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang Doktor Ekonomi,STAN MERUPAKAN PILIHAN YANG TEPAT MENJADI prioritas pertama Perguruan Tinggi yang AKAN DIPILIH setelah lulus SMA/SMK.

Jenjang karier lulusan STAN juga sangat menjanjikan. Biasanya lulusan STAN lebih menonjol di tempat kerja dibandingkan pegawai lainnya dan menjadi andalan untuk mengerjakan pekerjaan teknis. Tidaklah mengherankan jika lulusan STAN sekarang banyak menempati jabatan penting di Departemen Keuangan. Lulusan STAN juga telah banyak bekerja di sektor swasta dan telah banyak yang menduduki posisi strategis baik di BUMN, perusahaan asing maupun perusahaan nasional. Buat temen”yang tidak tertarik menjadi PNS bisa mengikuti jejak mereka keluar dari Departemen Keuangan. Beberapa contoh alumni STAN yang sukses berkarier di luar jalur pemerintahan yaitu Sudirman Said (mantan ketua Ikatan Akuntan Indonesia, sekarang sebagai Rektor Universitas Paramadina dan Deputi di Badan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi Aceh), Helmy Yahya (seorang yang kaya ide, lulusan terbaik waktu D III STAN dan juga lulusan terbaik D IV STAN, raja kuis yang sekarang dikenal dengan raja reality show), Edwin Manangsang (artis, personel grup musik Trio Libels), dan masih banyak lagi.

B. Sarana dan Prasarana Perkuliahan
STAN sebagai sebuah perguruan tinggi kedinasan memiliki sejarah panjang dengan berbagai perubahan yang mengikuti perkembangan zaman. Perkuliahan dilaksanakan di beberapa daerah dengan kampus utama terletak di Bintaro Jaya Sektor III Tangerang. Di kampus ini kegiatan perkuliahan DIII dan DIV dilaksanakan.

Dilihat dari sarana dan prasarana perkuliahan, fasilitas di kampus STAN tergolong memadai. Berbagai fasilitas telah dibangun untuk menunjang proses pendidikan.

1. Gedung Perkuliahan dan Laboratorium
Sarana perkuliahan terletak di gedung C,D,E,F dan L. Masing-masing gedung memiliki 3 lantai dengan 8 kelas kuliah setiap lantainya. Berbeda dengan gedung perkuliahan yang lain, gedung L juga memiliki ruang laboratorium yang dilengkapi berbagai fasilitas pembelajaran. Setiap kelas umumnya terdiri dari 35 mahasiswa dengan waktu kuliah yang berbeda-beda. Setiap gedung memiliki bentuk yang seragam dengan hiasan taman di tengah-tengah setiap gedung. Beberapa gedung juga dilengkapi kantin kecil di lantai dasar.

2. Gedung Sekretariat dan Administrasi
Ruang sekretaritat dan administrasi terletak di gedung A dan P. Gedung ini terdiri dari 2 lantai dimana di lantai dasar setiap gedung terdapat ruang pertemuan atau rapat. Ruang dosen juga terdapat di gedung A dan P baik di lantai 1 dan 2.

3. Gedung Olahraga dan Sarana Lainnya
Buat temen”yang hobby olah raga tidak perlu khawatir!!di STAN disediakan gedung olah raga yang terletak di gedung G. Gedung ini sengaja disediakan untuk menunjang kegiatan mahasiswa dalam berolahraga. Gedung ini terlihat megah karena terdapat sebuah lapangan yang bisa digunakan untuk basket, badminton, futsal (indoor) dan dikelilingi oleh tribun penonton yang bisa menampung 1000 lebih peserta. Gedung ini juga dilengkapi dengan sebuah panggung istimewa yang sering digunakan dalam seminar, pertunjukan maupun acara lain. Kelebihan lain dari gedung ini adalah fasilitas AC yang memberikan kenyamanan saat menonton pertandingan

Sepakbola adalah olahraga yang paling digemari di kalangan mahasiswa dan mereka tidak perlu kuatir untuk menyalurkan hobinya tersebut karena STAN memiliki tiga lapangan sepakbola besar dan satu lapangan sepakbola kecil. Di area tersebut juga terdapat lapangan voli dan basket outdoor.

4. Gedung Perpustakaan
Sarana perpustakaan STAN terdapat di gedung P yang terdiri dari dua bagian. Perpustakaan 1 adalah perpustakaan yang memiliki berbagai literatur buku kuliah dan bisa dipinjam mahasiswa untuk dibawa belajar lebih lanjut di kos. Perpustakaan 2 adalah perpustakaan yang berisi Skripsi, Karya Tulis, Laporan PKL dan berbagai jenis buku ilmu pengetahuan terbitan Luar Negeri (mayoritas) maupun dalam negeri.

5. Gedung PHRD
Gedung PHRD sering digunakan dalam berbagai acara dan tempat pelaksanaan diklat bagi pegawai Departemen Keuangan.

6. Gedung Asrama

7. Gedung Pertemuan (Gedung B)
Gedung ini sering digunakan dalam acara kemahasiswaan seperti acara seminar education dan lain lain.

8. Masjid Baitul Maal-STAN

9. Plasa Mahasiswa dan Cafetaria 10. Tempat Parkir

11. Pusat Makanan dan Jajanan.

12. Komplek Perumahan Dosen

C. Proses Perkuliahan dan Aktivitas Kemahasiswaan
1. Program Pendidikan
STAN memiliki tiga program pendidikan yaitu Diploma I, Diploma III, dan Diploma IV. Lulusan SMA/SMK hanya bisa mendaftar untuk program Diploma I dan Diploma III saja, sedangkan program Diploma IV dikhususkan bagi mereka yang telah lulus program Diploma III STAN dan telah memenuhi beberapa syarat tambahan seperti persyaratan nilai IP atau persyaratan masa kerja yang ditentukan oleh instansi dimana dia ditempatkan. Program Diploma III diselenggarakan di Jakarta sedangkan program Diploma I diselenggarakan di beberapa Balai Diklat Keuangan (BLK) yaitu di Jakarta, Cimahi, Yogyakarta, Malang, Palembang, Manado, Medan, Balikpapan, dan Makasar.

Program Diploma I memiliki tiga pilihan jurusan yaitu Perpajakan, Kebendaraan Negara dan Bea Cukai. Sedangkan program Diploma III memiliki tujuh pilihan jurusan, yaitu: Akuntansi Pemerintahan, Bea Cukai, Kebendaraan Negara, Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (PPLN), Perpajakan, dan Penilai/PBB. Khusus Diploma IV hanya memiliki satu spesialisasi yaitu Akuntansi. Bagi rekan-rekan yang kuat dalam berhitung disarankan untuk masuk ke jurusan Akuntasi Pemerintahan atau Perpajakan, sedangkan bagi rekan-rekan yang sangat kuat hafalannya bisa menyalurkannya di jurusan Kebendaharaan Negara ataupun di jurusan Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (PPLN).

Buat temen” yang kuat dalam hitungan disarankan masuk ke jurusan Akuntasi Pemerintahan atau Perpajakan, sedangkan buat temen” yang kuat sama hafalan bisa masuk Kebendaharaan Negara ataupun di jurusan Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (PPLN).

a. AKUNTANSI PEMERINTAH
Salah satu program diploma di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara adalah Akuntansi Pemerintahan. Spesialisasi ini ditujukan untuk mengisi kebutuhan tenaga akuntan di instansi-instansi pemerintah. Spesialissai atau jurusan ini merupakan salah satu yang paling banyak penghuninya. Ada perbedaan mendasar antara spesialisasi ini dengan jutrusan Akuntansi di Perguruan Tinggi (PT) lainnya. Perbedaan antara pendidikan akuntansi di STAN dengan pendidikan akuntansi di Perguruan Tinggi lain terletak pada orientasi pendidikannya. Di STAN, akuntansi lebih ditekankan pada akuntansi sektor publik dan juga pada aplikasinya sedangkan di Perguruan Tinggi lain, Page 9 akuntansi lebih ditekankan pada sektor swasta (perusahaan) dan lebih bersifat keilmuan dan teoritis.

Hal tersebut dapat dilihat dalam Surat Keputusan Kepala BPPK nomor kep-207/BP/2000 tanggal 28 Agustus 2000 pada pasal 5 ayat 7 disebutkan bahwa Program Diploma Akuntansi bertujuan mendidik pegawai dan calon pegawai di berbagai unit organisasi di lingkungan Departemen Keuangan dan instansi pemerintah lainnya, baik pusat maupun daerah yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan keuangan negara dan daerah di bidang akuntansi dan audit sektor publik.

Program Diploma III Akuntansi Pemerintah ditempuh dalam 6 semester (tiga tahun). Program ini bertujuan untuk mendidik tenaga madya di bidang akuntansi yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan rencana pemeriksaan, evaluasi keuangan pemerintah dan perusahaan, serta memiliki kemampuan yang mendalam di bidang akuntansi.

Lulusannya ditempatkan di berbagai direktorat di Departemen Keuangan , seperti Inspektorat Jenderal, BAPEKI, Bapepam, BKF, Pajak, Bea Cukai, Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan juga BPK dan BPKP, dan untuk tahun ini juga diminta oleh Depatemen Dalam Negeri (Depdagri). Penempatan ini disesuaikan dengan formasi (kebutuhan pegawai) yang ada.

Selain Ajkun Akuntan (DIII), STAN juga menyelenggarakan program Diploma IV dimana mahasiswanya berasal dari DIII yang telah bekerja minimal selama 2 tahun dan lulusan DIII yang berprestasi yang lulus proses seleksi tanpa bekerja terlebih dahulu. Secara umum, tujuan program Diploma ini adalah mencetak tenaga akuntan professional yang memiliki kemampuan audit sector publik, evaluasi ekonomi perusahaan, dan kemampuan mendalam di bidang Akuntansi.

b. ADMINISTRASI PERPAJAKAN
Program Diploma ini diselenggarakan di STAN dilatar belakangi oleh kebutuhan Direktorat Jenderal Pajak akan tenaga terampil di bidang perpajakan sedangkan saat ini masih jarang perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan ini. Di samping itu, kebutuhan Direktorat Jenderal Pajak juga sangat besar dikarenakan adanya program perluasan organisasi dalam tujuan untuk memperbesar pemasukan negara dari sektor pajak.

STAN juga membuka program Diploma III spesialisasi perpajakan yang tempat pendidikannya berada di Jakarta dan untuk Program Diploma I juga diselenggarakan di kota-kota lain yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keuangan. Lama pendidikannya masing-masing 6 (Diploma III) dan 2 (Diploma I) semester. Perlu diketahui, hingga saat ini masih jarang perguruan tinggi lain yang meyelenggarakan jurusan ini.

Program diploma III perpajakan bertujuan untuk membentuk lulusan yang berkualitas dengan profil sebagai berikut:
· Mampu dan terampil membaca, meneliti Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), Surat Pemberitahuan Masa, Surat Pemberitahuan Obyek Pajak (SPOP), dengan lampirannya dalam rangka menghitung pajak terutang berdasarkan ketentuan perpajakan.
· Mampu melaksanakan administrasi perpajakan baik secara manual maupun melalui komputer di setiap kantor pajak dan PBB.
· Mampu memberikan pertimbangan, argumentasi, dasar pembenaran, uraian, tanggapan atas sesuatu yag berkaitan dengan yuruidis fiscal berdasar pada undang-undang perpajakan misalnya, keberatan, banding, dan koreksi fiscal.
· Mampu melaksanakan penelitian material, verifikasi lapangan, dan atau memiliki kemampuan sebagai ajun pemeriksa.
· Mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak dalam rangka pemungutan pajak.
· Mampu dan terampil dalam mengadministrasikan data, pemahaman mengenai penyajian dan pemanfaatan data untuk pemungutan pajak.

Sedangkan kualifikasi Diploma I perpajakan adalah sebagai berikut:
o Mampu dan terampil melaksanakan tugas tata usaha pengelolaan data dan informasi perpajakan.
o Mampu dan terampil dalam melaksanakan tugas tata usaha piutang pajak danpenagihan piutang pajak.
o Mampu dan termpil melaksanakan tugas tata usaha penerimaan restitusi dan penyelesaian keberatan serta perselisihan wajib pajak.
o Mampu dan terampil dalam melaksanakan tugas tata usaha pengasan pembayaran serta verifikasi pajak, tata usaha SPT masa, konfirmasi faktur pajak,laporan perkembangan FIP dan tata usaha pemeriksaan penyelidikan.
o Mampu memberikan penilaian atau evaluasi atas format SPT tahunan dan masa.

c. BEA DAN CUKAI
Berbekal tujuan untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas utuk diperkerjakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) maka didirikanlah program Diploma I dan Diploma III spesialisasi Bea dan Cukai di STAN. Semua lulusan dari spesialisasi ini akan ditempatkan untuk mengisi formasi pegawai di lingkungan DJBC dan diharapkan dapat menjadi pegawai yang profesional sesuai dengan apa yang diajarkan di dalam pendidikan spesialisasi ini. Yang spesial, jurusan ini khusus buat cowok. Ditambah lagi ada beberapa persyaratan khusus lain, seperti tinggi minimal 165 cm, tidak berkaca mata atau buta warna, dan setelah lulus ujian tertulis harus mengikuti tes kesehatan dan aerobik.

Mata kuliah yang diajarkan berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan yang nantinya akan dijalankan, dengan penyesuaian selama satu semester pertama pemberian mata kuliah dasar umum yang memberikan gambaran umum apa yang akan dipelajari pada semester berikutnya. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan menguasai benar teknis-teknis pekerjaan di lingkungan Bea dan cukai seperti: pelabuhan, bandar udara, patroli laut, masalah perbatasan, verifikasi dan audit di bidang kepabeanan, serta pencegahan penyeludupan.

Program pendidikan diploma spesialisasi Bea dan Cukai bertujuan mendidik
tenaga-tenaga yang:
o Mampu melakukan penelitian kelengkapan dokumen impor dan ekspor serta cukai yang diperlukan dalam rangka memenuhi formalitas kepabeanan.
o Mampu membantu pemeriksa Bea dan Cukai atau pejabat pemeriksa Bea dan Cukai yang lebih tinggi dalam melakukan pemeriksaan dan pencatatan barang dan pengklasifikasian barang berdasarkan harmonizes system.
o Mampu melaksanakan pemeriksaan badan dan alat angkut.
o Mampu membantu Ajun Pemeriksa Bea dabn cukai atau Pejabat Pemeriksa Bea dab Cukai yang lebih tinggi dalam rangka pemenuhan formalitas kepabeanan.
o Mampu membantu pemeriksa Bea dan Cukai atau pejabat pemeriksa Bea dan Cukai yang lebih tinggi dalam melakukan pengelolaan informasi.
o Mampu melakukan tugas jaga, patroli, penangkapan dan atau penyelidikan.

Setelah menyelesaikan program pendidikannya, mahasiswa Bea dan cukai akan langsung ditempatkan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bertugas melaksanakan kepengurusan kepabeanan dan cukai Indonesia dan berkesempatan menjalani pendidikan dasar militer yang dilatih langsung oleh anggota TNI dalam hal ini Kopassus.

d. PENILAI/PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
Spesialisasi ini pada mulanya bekerja sama dengan Institut Teknik Mara (ITM) Malaysia dan pendidikannya pun masih diselenggarakan di kota Malang. Dalam perkembangannya, tempat pendidikannya dipindahkan ke Jakarta bergabung menjadi satu dengan spesialisasi yang lainnya di STAN.

Program diploma III spesialisasi penilai/PBB bertujuan mendidik tenaga yang:
· Mampu dan terampil membaca, meneliti SPPT, melakukan pendataan dan penilaian, mengisi SPOP dengan lampirannya dalam rangka menghitung pajak terutang menurut peraturan perpajakan.
· Mampu melaksanakan administrasi perpajakan baik secara manual maupun melalui komputer di setiap kantor pajak dan PBB.
· Mampu memberikan pertimbangan argumentasi, dasar pembenaran, uraian, tanggapan atas sesuatu yang berkaitan dengan yuridis fiskal berdasarkan undang-undang perpajakan, misalnya keberatan banding atau koreksi fiskal.
· Mampu melaksanakan penelitian material, verifikasi lapangan, dan atau memiliki kemampuan melakukan pemetaan lapangan.
· Mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak dalam rangka pemungutan pajak.
· Mampu dan terampil dalam mengadministrasikan data, pemahaman mengenai penyajian dan pemanfaatan data untuk pemungutan pajak.

Waktu studi program Diploma ini adalah enam semester dimana pada semester ke-5 mahasiswa diwajibkan mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) selama satu semester. Di dalam spesialisasi Penilai/PBB ini terdapat mata kuliah keahlian khusus seperti teknologi bangunan, penilaian, ilmu ukur tanah, PBB, dan lain sebagainya.

Prospek lulusan jurusan ini ke depan juga bagus mengingat masih jarangnya profesi penilai di Indonesia. Para lulusannya dapat menjadi penilai pemerintah (penilai PBB) atau juga menjadi penilai swasta. Untuk melanjutkan ke jenjang S1, jurusan teknik geodesi ataupun manajemen properti biasanya menjadi pilihan utama para alumni program ini ataupun pendidikan yang lebih tinggi seperti S2 Magister Ekonomi Pembangunan.

e. KEBENDAHARAAN NEGARA
Program diploma ini dibawah bimbingan Pusdiklat Anggaran, sehingga sering disebut dengan spesialisasi Anggaran yang bertujuan mendidik tenaga ahli madya bidang anggaran yang professional dalam melaksanakan tugas teknis pengelolaan anggaran yang meliputi:

o Melakukan penelitian dan verifikasi atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang
ditujukan kepada Negara.
o Membuat konsep penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
o Membuat konsep penerbitan Surat Penagihan (SPN).
o Membuat konsep daftar kekayaan Negara.
o Menata usahakan Daftar Isian Proyek/Daftar Isian Kegiatan (DIP/DIK) dan dokumen
lainnya.
o Menatausahakan penerimaan dan pengeluaran Negara.
o Melakukan pembukuan bendaharawan umum.
o Melakukan verifikasi SPM dan pertanggung-jawaban bendaharawan umum.
o Membuat konsep P6/P7 tentang Perhitungan Anggaran Negara (PAN)
Sejak tahun 1985, Direktorat Jenderal Anggaran (sekarang Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara/DJPb dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan/DJPK) hanya menerima pegawai dari lulusan STAN khususnya dari lulusan spesialisasi akuntansi dan kebendaharaan negara.

Pembinaan karir di instansi tersebut sangat diperhatikan. Setiap pegawai akan mendapatkan pola latihan dan pendidikan secara merata dan berkala untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Penawaran bea siswa juga terbuka disini sehingga setiap pegawai yang memenuhi persyaratan dan lulus tes akan dapat menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.

Pada umumnya pembinaan karir di instansi pemerintah mengacu pada UU No. 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian yang memberikan tuntunan pembinaan karier berdasarkan dua hal, yaitu:

o Sistem karier berdasarkan kecakapan, masa kerja, pengalaman, kesetiaan dan syarat obyektif lainnya.
o Sistem prestasi kerja, yaitu didasarkan atas kecakapan, dan prestasi yang telah dicapai.

Sedangkan sistem karier yang dikembangkan di DJPN selama ini lebih maju karena didasarkan pada:
o Program pembinaan pegawai.
o Tour of duty dengan melakukan mutasi secara periodik baik secara vertikal maupun horisontal.
o Tour of area, yaitu melakukan mutasi kepegawaian yang didasarkan jangka waktu tugas seseorang di suatu daerah atau tempat.

f. PENGURUSAN PIUTANG DAN LELANG NEGARA (PPLN)
Spesialisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk memenuhi tenaga madya di bidang kepiutang-lelangan negara. Pembinaan spesialisasi ini berada di bawah Pusdiklat Keuangan Umum BPPK dan DJKN. Lulusan spesialisasi ini akan ditempatkan kantor pusat DJKN maupun kantor operasional yang berada di setiap ibukota provinsi di
seluruh Indonesia.

Sebagian besar mata kuliah yang diberikan adalah mata kuliah hukum. Metode pengajaran yang digunakan ada dua macam yaitu yang pertama adalah teori dalam bentuk kuliah, seminar, diskusi, serta penugasan (paper/makalah). Sedangkan yang kedua berbentuk praktik dalam bentuk kunjungan lelang, penilaian properti dan praktik kerja lapangan (PKL).

Program Diploma Pengurusan Piutang dan Lelang Negara bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga yang:
· Mampu membantu melakukan perumusan kebijaksanaan teknis dan pembinaan di bidang pengurusan piutang dan lelang negara berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan peraturan perundang-undangan yang ada.
· Mampu melakukan perencanaan dan pelaksanaan registrasi, verifikasi, pembukuan, penetapan, penagihan atau eksekusi terhadap pengurusan piutang negara.
· Mampu melakukan perencanaan dan pelaksanaan pelelangan serta penggalian potensi lelang.

2. Sistem Perkuliahan
Kalo temen” membayangkan sekolah kedinasan pasti yang terbayang adalah sekolah yang penuh dengan aturan yang membatasi setiap aktivitas mahasiswanya. Persepsi tersebut tidak seratus persen benar, tetapi gak salah juga. Kenapa bisa gitu??!! Sekolah kedinasan yang popular di masyarakat, biasanya adalah AKABRI, AKPOL, AKIP, serta STPDN. Di dalam sekolah kedinasan tersebut memang diberlakukan aturan yang ketat mulai aturan tentang pakaian, penampilan, cara makan, bahkan diberlakukan juga latihan kemiliteran. Wajar banget deh kalo masyarakat mengidentikkan sekolah kedinasan selalu memberlakukan aturan yang ketat dan kaku. Tetapi di STAN bayangan atau persepsi tersebut ternyata SALAH BESAR. Di sini tidak ada seragam kuliah, senioritas, upacara ataupun bentuk-bentuk militerisme yang lain.

Jika rekan-rekan membayangkan sekolah kedinasan pasti yang terbayang adalah sekolah yang penuh dengan aturan yang membatasi setiap aktivitas mahasiswanya. Persepsi tersebut tidak seratus persen benar, tetapi juga tidak salah juga. Sekolah kedinasan yang popular di masyarakat kita biasanya adalah AKABRI, AKPOL, AKIP, serta STPDN. Di dalam sekolah kedinasan tersebut memang diberlakukan aturan yang ketat mulai aturan tentang pakaian, penampilan, cara makan, bahkan diberlakukan juga latihan kemiliteran. Wajarlah jika masyarakat mengidentikkan sekolah kedinasan selalu memberlakukan aturan yang ketat dan kaku. Tetapi di STAN bayangan atau persepsi tersebut ternyata salah besar. Di sini tidak ada seragam kuliah, senioritas, upacara ataupun bentuk-bentuk mileterisme yang lain.

Ketentuan berseragam di STAN relatif lunak. Dalam berpeanampilan mahasiswa dibebaskan untuk memakai baju apa aja selama memenuhi aturan-aturan seperti yang dijelaskan di bawah ini:

· Pakaian rapi, sopan dan bersih.
· Mengenakan baju kemeja lengan pendek/panjang motif polos warna putih, biru muda, abu-abu muda, atau cream, celana panjang warna gelap, dan ikat pinggang bagi pria.
· Mengenakan busana/blus lengan pendek/panjang motif polos warna putih, biru muda, abu-abu muda, atau cream, rok warna gelap bagi wanita.
· Memasukan baju ke dalam celana panjang bagi pria dan ke dalam rok bagi wanita, kecuali yang berjilbab.
· Memakai sepatu sebagaimana mestinya (lengkap dengan kaos kaki bagi pria).

Pada prakteknya aturan diatas tidak dilaksanakan secara kaku. Mahasiswa masih diperbolehkan memakai kemeja bermotif ataupun kemeja polos dengan warna selain yang telah ditentukan. Aturan penampilan lainnya yang diatur di STAN adalah masalah penampilan rambut. Mahasiswa pria dilarang berambut gondrong (panjang
rambut di belakang kepala tidak boleh melebihi kerah baju dan telinga serta leher harus kelihatan) dan memotong rambut dengan model yang tidak lazim. Selain itu, seluruh mahasiswa dilarang mengecat rambutnya.

Sedangkan larangan dalam berpenampilan antara lain:
· Memakai rok mini atau blus tembus pandang wanita
· Memakai baju kaos
· Memakai sandal atau sepatu sandal
· Memakai perhiasan/aksesoris atau tata rias wajah yang berlebihan
· Memakai pakaian dari bahan jeans/curdoray dan yang sejenisnya
· Memakai pakaian yang ketat
· Memakai celana panjang bagi wanita kecuali disertai dengan baju kurung bermotif polos dan warna sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya.

Untuk beban kuliahnya, STAN mengikuti aturan Departemen Pendidikan Nasional yaitu untuk program Diploma I beban kuliahnya antara 40 SKS sampai 50 SKS, untuk program Diploma III antara 110 SKS sampai 120 SKS, sedangkan untuk program Diploma IV antara 144 SKS sampai 180 SKS. SKS adalah kependekan dari Satuan Kredit Semester yang menggambarkan jumlah jam kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa jika ingin mengambil satu mata kuliah tertentu. Satu SKS setara dengan 50 menit tatap muka di kelas, dan biasanya satu mata kuliah bernilai 2 – 4 SKS. Berbeda dengan kuliah di Perguruan Tinggi lain yang membebaskan mahasiswanya untuk memilih mata kuliah serta jumlah SKS yang akan ditempuhnya dalam suatu semester, STAN telah menetapkan mata kuliah dan jumlah SKS untuk setiap semester yang wajib diikuti oleh para mahasiswa (sistem paket). Beban kuliah per semesternya berkisar antara 17 SKS sampai dengan 24 SKS.

Jadwal kuliah tidak terlalu padat. Kuliah satu semester ditempuh dalam 16 minggu kuliah dan 4 minggu ujian, dengan perincian 8 minggu kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS), 2 minggu UTS, 8 minggu kuliah setelah UTS, dan 2 minggu Ujian Akhir Semester (UAS). Kuliah berlangsung selama lima hari mulai hari senin sampai jum’at, tetapi biasanya dipadatkan hanya menjadi empat hari. Setiap harinya rata-rata ada 4 SKS sampai 6 SKS atau dengan kata lain mahasiswa hanya kuliah sekitar 4 – 5 jam setiap harinya. Perkuliahan dimulai jam 8 pagi dan berakhirnya tergantung jadwal kuliah hari tersebut, tetapi maksimal kuliah harus berakhir jam 5 sore. Selain kuliah di kelas, mahasiswa D III STAN selain spesialisasi Akuntansi Pemerintahan diwajibkan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan menyusun Laporan PKL. Untuk mahasiswa Akuntansi Pemerintahan, hanya diwajibkan menyusun Tugas Akhir (TA) saja. PKL dilakukan di paruh akhir semester 6 (setengah semester), tetapi untuk spesialisasi Penilai/PBB, PKL dilakukan satu semester penuh pada semester 5. Untuk program D IV, mahasiswa diwajibkan menyusun skripsi pada semester 10 (semester terakhir) tanpa ada kewajiban melakukan magang ataupun PKL.
Selama ini STAN masih memberlakukan sistem Droup Out (DO). Mahasiswa akan dikeluarkan jika tidak memenuhi persyaratan sebagai berikut:
· Jumlah kehadiran sekurang-kurangnya 80% dari jumlah jam kuliah atau jumlah acara tatap muka efektif untuk setiap kuliah yang diambil.
· Memperoleh nilai D pada Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK), serta lebih dari dua D pada Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK).
· Memperoleh IP minimal 2,00 pada setiap semester ganjil dan IP minimal 2,75 pada setiap tingkat.
· Mahasiswa STAN dilarang keras berbuat curang dalam ujian, sehingga jika ada yang tertangkap menyontek atau bertanya ke teman waktu ujian maka akan segera diproses untuk dikeluarkan (DO).

Karena setiap semesternya terdiri dari 16 minggu kuliah/tatap muka langsung, maka jumlah 20% maksimal ketidak-hadiran setara dengan 3 minggu. Artinya dalam satu semester mahasiswa mempunyai peluang untuk tidak menghadiri kuliah sebanyak tiga minggu.

Mata Kuliah Umum (MKU) adalah mata kuliah dasar yang wajib diajarkan kepada semua mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia, contohnya adalah mata kuliah Agama, Bahasa Indonesia, Kewiraan/Pancasila dan lain sebagainya. Mata Kuliah Keahlian (MKK) adalah mata kuliah utama yang menjadi ciri/identitas dari setiap jurusan yang dapat membedakan satu spesialisasi dengan spesialisasi yang lain. Beberapa contoh mata kuliah ini adalah Manajemen Keuangan dan Akuntansi Biaya untuk jurusan Akuntansi, Pajak Penghasilan dan Perpajakan Internasional untuk jurusan Perpajakan, Ilmu Ukur Tanah dan Penilaian untuk spesialisasi Penilai/PBB, dan lain sebagainya. Sedangkan Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) adalah mata kuliah penunjang untuk mempelajari mata kuliah utama (MKK). MKDK relatif sama untuk semua spesialisasi di STAN. Contoh MKDK adalah Statistik, Hukum Perdata, Hukum Pidana, dan sebagainya.

Indeks Prestasi (IP) pada setiap semesternya adalah hasil gabungan nilai ujian tertulis mata kuliah yang terdiri dari Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester serta aktivitas kelas dan penyelesaian tugas-tugas dengan bobot perbandingan sebagai berikut:
1. Ujian Tengah Semester : 40%
2. Ujian Akhir Semester : 40%
3. Aktivitas kelas dan penyelesaian tugas-tugas : 20%

Sebenarnya standar nilai kelulusan 2,75 di STAN sangat mudah untuk dicapai, sangat jarang mahasiswa DO dikarenakan IP kumulatif-nya kurang dari 2,75. Tingkat DO selama ini sangat rendah berkisar hanya 5% tiap tahunnya dan kebanyakan tidak disebabkan masalah IP tetapi masalah kedisiplinan seperti masalah menyontek dan tidak memenuhi syarat 80% kehadiran.

Dibandingkan dengan temen” di perguruan tinggi yang lain, mahasiswa di STAN ini barangkali punya kesibukan yang lebih padat dari jadwal perkuliahan yang cukup padat. Adanya sistem SKS paket yang diselenggarakan mau gak mau menuntut mahasiswa untuk dapat membagi waktunya seefisien mungkin disesuaikan dengan jadwal kuliah yang ada dengan memperhatikan peraturan yang telah ditetapkan. Dengan SKS model paket seperti ini, diharapkan semua mahasiswa tinggal melaksanakan acara perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh lembaga. Belum lagi ancaman DO yang disebabkan oleh absensi atau kehadiran mahasiswa untuk di kelas yang tidak lebih dari 80% acara perkuliahan.

Perkuliahan berlangsung dari hari Senin sampai Jumat karena masih mengikuti system lima hari kerja. Namun kepadatan jadwal perkuliahan bukan berarti harus mengurangi kesemarakan kampus ini. Kegiatan-keghiatan yang diadakan di kampus Ali Wardhanab (sebutan lain untuk STAN) ini ternyata cukup beragam kalo dilihat dari banyaknya acara yang diadakan oleh berbagai organissai kemahasiswaan kampus.

Pada intinya kegiatan kampus ini dimaksudkan untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki oleh mahasiswa secara optimal; sehingga waktu-waktu luang di sela-sela perkuliahan tidak terbuang percuma. Namun, selain sekedar untuk memanfaatkan waktu tersebut, banyak kegiatan yang bersifat untuk menunjukkan bakat serta minat para mahasiswa dan menambah pengetahuan organisasi dan melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Keseluruhan kegiatan kampus ini berada di bawah naungan Keluarga Mahasiswa STAN yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM).

3. Pasca Kuliah
Wisuda adalah acara seremonial yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan. Di acara ini wajah suka, ceria, gembira dan syukur yang begitu besar akan tampak di semua calon wisudawan. Acara ini juga menandai peralihan gerbang perkuliahan menuju gerbang karier di unit instansi masing-masing. Ada yang di DJP, DJBC, DJPB, DJKN, DJPK, DJA, BPPK, Itjen, Sekjen, Bapepam-LK, BPK, BPKP, BKF, Kementrian BUMN dan Kementrian Perekonomian. Wisuda STAN biasanya diadakan di Jakarta Convention Centre (JCC) dan dihadiri para pejabat negara di lingkungan Departemen Keuangan, orang tua wisudawan dan para undangan.

4. Organisasi Internal Kampus

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah pelaksana kekuasaan eksekutif tertinggi dalam struktural kemahasiswaan di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Dengan visi “Fasilitator untuk membangun karakter”, BEM STAN memiliki tugas utama untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif guna membentuk karakter anak bangsa yang bermoral, berdedikasi tinggi, kreatif, dan berkarakter. Dalam melaksanakan tugasnya, BEM mengkoordinasikan seluruh kegiatan mahasiswa dan berbagai wadah mahasiswa yang diselaraskan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam misi:
a Membangun budaya jujur dan terbuka
b Menumbuhkan kepemimpinan mahasiswa
c Menguatkan jaringan internal
d Mengembangkan jaringan eksternal
e Mengawal dan mempelopori perubahan bangsa

BEM STAN secara struktural terdiri dari Badan Pengurus Harian (BPH), 4 (empat) Departemen, Kesekretariatan, dan 3 (tiga) Deputi. Badan Pengurus Harian terdiri dari Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa, Sekretaris, Bendahara Umum, dan Bendahara. Departemen BEM STAN terdiri dari Departemen Riset dan Pendidikan, Departemen Kesejahteraan Sosial, Departemen Pembinaan Olah Raga, dan Departemen Seni dan Budaya. Deputi BEM STAN terdiri dari Deputi Organisasi, Deputi Politik, dan Deputi Informasi dan Komunikasi. Sedangkan secara fungsional BEM membawahi organisasi-organisasi tertentu sebagai perwujudan kekuasaan eksekutif.

BEM STAN secara intern melakukan koordinasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh elemen kampus dengan berkoordinasi dengan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) STAN, sedangkan secara ekstern membentuk jaringan eksternal dengan BEM seluruh Indonesia terutama BEM Jabotabek maupun institusi lainnya. Dengan berafiliasi pada Jaringan Mahasiswa Indonesia dan BEM seluruh Indonesia, BEM STAN aktif menyumbangkan kontribusi bagi Indonesia baru.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BEM cukup beragam, diantaranya diskusi, seminar, pelatihan, liga sepakbola, Livobama, PORMA (Pekan Olahraga Mahasiswa), Bakti sosial, GRAVITASI (Gebyar Kreativitas Seni Islam), Dinamika, Wisuda, dan lain-lain.

BADAN LEGISLATIF MAHASISWA (BLM) SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) STAN merupakan struktur tertinggi dalam keorganisasian kampus dan berlaku sebagai wujud kedaulatan seluruh mahasiswa yang terhimpun dalam keluarga mahasiswa STAN. BLM secara organisasi berada di atas BEM. Anggota BLM STAN adalah perwakilan-perwakilan kelas yang dipilih di kelas masing-masing yang disaksikan oleh Panitia Pemilihan Kelas dengan masa jabatan satu tahun kepengurusan. Adapun yang menjadi tugas dan fungsi dari BLM STAN ada di dalam Anggaran Dasar Ikatan Mahasiswa STAN (pasal 21). Dalam menjalankan perannya, BLM mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu:
1. Melakukan kontrol, mengawasi serta melakukan pemeriksaan atas jalannya kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM agar sesuai dengan tujuan keluarga mahasiswa STAN.
2. Menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dan dinamika yang berkembang di anggota keluarga mahasiswa STAN.
3. Memeriksa dan menyetujui tanpa syarat atau menyetujui dengan syarat dan menolak laporan pertangungjawaban kegiatan dan keuangan BEM.

Fungsi tersebut bukanlah sekedar tugas periodik namun lebih dari sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan baik secara konstitusional dalam rapat akbar keluarga mahasiswa (RAKM) STAN maupun secara moral kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Untuk menjalankan fungsi ini secara efektif maka BLM berjalan di atas sebuah koridor bahwa BLM sebagai badan legislasi yang berperan menampung segala aspirasi yang berkembang di kampus dan berusaha untuk memberikan masukan-masukan yang sifatnya konstruktif. Satu hal yang sifatnya mendasar yang dimiliki oleh BLM adalah bahwa BLM itu dari mahasiswa dan untuk mahasiswa yang kemudian menjelma menjadi badan legislasi dalam sistem keorganisasian di STAN. Kegiatan BLM yang sangat penting adalah diadakannya Rapat Anggota Keluarga

Mahasiswa STAN, yang membahas masalah pertanggungjawaban BEM demisioner. Pada saat itu pula para anggota BLM melakukan “Fit and Proper Test” terhadap bakal calon Presiden dan Wakil Presiden BEM yang selanjutnya akan dipilih oleh seluruh mahasiswa STAN dalam pemilihan raya (PEMIRA). Selain itu dalam setiap proyek kegiatan yang cukup besar, BLM sering mengirimkan wakilnya sebagai pengawas, misalnya dalam acara Dinamika dan Wisuda. Dan kini, BLM berusaha memberikan suatu pelayanan yang terbaik serta memberi kontribusi utama bagi terwujudnya aktivitas dan kegiatan kemahasiswaan secara umum yang dinamis, sehat, dan konstruktif. Dengan aktvitasnya yang kian membaik, keberadaan BLM dalam kehidupan semakin dekat dan terasa.

HIMPUNAN MAHASISWA SPESIALISASI
Setiap spesialisasi mempunyai himpunan mahasiswa yang tujuan utamanya adalah menampung aspirasi mahasiswa setiap spesialisasi baik melalui kegiatan ekstra maupun intra educational dalam rangka pengembangan diri dan potensi dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAS)
Sebagai wahana pengembangan potensi, bakat, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa di lingkungan spesialisasi akuntansi, HIMAS diharapkan mampu berfungsi sebagai fasilitator dalam penyaluran aspirasi mahasiswa akuntansi di lingkungan Keluarga Mahasiswa STAN (KM STAN). Selain itu, juga diharapkan mempunyai peran aktif dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia serta peningkatan kualitas SDM lulusannya agar dapat menjadi akuntan profesional yang berdaya saing tinggi di era globalisasi sekarang ini.

HIMAS 2005 yang merupakan generasi yang ketujuh, terbentuk enam tahun yang lalu, tepatnya 17 Juni 1998, mempunyai sebuah visi, agar mahasiswa akuntansi kedepannya dapat menjadi insan yang handal di dunia kerja, menjunjung tinggi profesionalitas, dan berbekal intelektualitas yang tinggi. Misi HIMAS adalah mewujudkan dan mengembangkan kualitas manusia yang memiliki kemampuan kompetitif di era globalisasi melalui berbagai pelatihan, studi pengembangan dan lain-lain. Ragam kegiatan yang diselenggarakan HIMAS, yang sifatnya edutainment, educational dan entertainment antara lain, Accounting Days, yang merupakan kegiatan terbesar HIMAS, Pesta Rakyat Akuntansi (PRESTASI), seminar akuntansi, tutorial sebelum ujian, advokasi preventif, serta berbagai kegiatan olahraga, dan sebagainya.

Ikatan Mahasiswa Pajak (IMP)
IMP adalah organisasi kemahasiswaan yang berada di lingkungan Prodip Keuangan Spesialisasi Pajak. Pada awalnya bertujuan mengkoordinasikan segala hal yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Namun pada perkembangan selanjutnya juga menjadi wadah dalam melaksanakan aktivitas nonkuliah lainnya, terutama sebagai wadah pembelajaran organisasi bagi mahasiswa pajak. Visi IMP adalah bersama membangun mahasiswa pajak yang solid dan professional serta membangun mahasiswa ilmiah dan alamiah. IMP diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan profesionalitas dan kekompakan mahasiswa pajak melalui kegiatan-kegiatan yang positif di seluruh bidang, juga sebagai pusat informasi perpajakan yang diharapkan dapat membantu mahasiswa pajak khususnya dan Civitas Akademika STAN pada umumnya. Adapun kegiatan-kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Ikatan

Mahasiswa Pajak (IMP) yaitu Kuliah Umum Perpajakan, Forum Silaturahmi Mahasiswa Baru, liga pajak, tentir, dan kelompok belajar, lokakarya pajak, seminar-seminar perpajakan, dan penyelenggaraan lomba pajak nasional yang seluruh pesertanya berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berada di seluruh Indonesia.

Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (KMBC)
KMBC adalah organisasi kemahasiswaan yang menghimpun seluruh mahasiswa spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, didirikan sejak angkatan pertama mahasiswa Prodip III Bea dan Cukai. KMBC bertugas mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan spesialisasi, menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, serta sebagai mediator dalam hubungan komunikasi dengan BEM atau lembaga formal kemahasiswaan lainnya baik internal maupun eksternal kampus. KMBC bersifat formal dan kekeluargaan dengan mengutamakan prinsip kesetaraan. Tujuan KMBC adalah untuk memelihara dan mewujudkan kekompakan dan persaudaraan di antara sesama anggota serta menjadi wadah pengembangan potensi diri. KMBC mempunyai semboyan “kekompakan dan kebersamaan”. Kegiatan-kegiatan KMBC antara lain: kuliah/ceramah umum, tentir, media komunikasi spesialisasi, olah raga/seni, Customs Weeks, Customs Orientation, Training organisasi/motivasional, dan Invitasi Futsal (kompetisi indoor sepakbola) antar spesialisasi dan antar perguruan tinggi yang diselenggarakan di gedung G, yang menjadi program unggulan dan trade mark KMBC. Selain itu, KMBC berupaya mendorong anggotanya untuk memiliki keterampilan akademis, agar mampu mewujudkan lulusan yang siap bekerja dengan strategi profesionalisme, efisiensi, dan pelayanan.

Himpunan Mahasiawa Penilai (HMP)
HMP merupakan suatu wadah dalam lingkungan Prodip Keuangan spesialisasi Penilai/PBB yang keberadaannya merupakan jawaban bagi kepentingan internal maupun eksternal. HMP telah mengalami perkembangan yang cukup berarti sesuai dengan tuntutan zaman, hal ini dimaksudkan untuk memantapkan eksistensi penilai umumnya dan HMP khususnya. Adapun visi dan misi HMP adalah merangkul seluruh mahasiswa mahasiswi penilai untuk dapat
bekerja sama dalam suatu wadah/suasana kekeluargaan secara aspiratif, dinamis, dan profesional. Kegiatan-kegiatan HMP antara lain Studi Lapangan, Seminar Penilaian,

Ceramah Umum, Diskusi/Bedah Buku, Tafakur Alam, Olah Raga (Liga Penilai dan kompetisi tenis meja), Pendidikan (tentir dan pelatihan SIG), keagamaan (pengajian dan kebaktian), Seni dan Budaya (mading), dan sebagainya.

Himpunan Mahasiswa PPLN (HIMA PPLN)
Fasilitator bagi mahasiswa PPLN dalam mengembangkan kemampuan berorganisasi serta pusat pengetahuan tentang informasi dunia kerja Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara. Kegiatan tahunan seperti mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan, Keakraban Mahasiswa Baru, Kuliah/ceramah Umum, Kegiatan Kerohanian serta dipercayanya mahasiswa PPLN untuk duduk dalam berbagai kepengurusan serta kepanitiaan di lingkungan STAN, merupakan bukti nyata eksistensi, potensi, serta kualitas mahasiswa PPLN. Dengan adanya website www.hima-ppln.tk memungkinkan terjalinnya hubungan antara mahasiswa dan lulusan PPLN yang hanya ditempatkan di ibukota propinsi serta kota propinsi di Indonesia. Pemikiran kritis yang terealisasi dalam berbagai kegiatan, mencerminkan adanya kepedulian serta sense of belonging terhadap HIMA PPLN dan STAN pada umumnya.

f. Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran (FOKMA)
FOKMA merupakan himpunan mahasiswa spesialisasi Anggaran Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Visinya adalah menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan diri baik di bidang ilmu pengetahuan, hobbi, bakat, serta kritis yang ada pada diri mahasiswa Anggaran pada khususnya dan mahasiswa STAN pada umumnya. Misi yang diemban adalah menyalurkan minat, bakat, dan kemampuan melalui kegiatan yang direncanakan di samping pengembangan potensi akademis yang dimiliki. Organisasi ini dibentuk oleh Badan Legislatif FOKMA, dimana tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk menampung aspirasi dan kreativitas dari mahasiswa mahasiswi anggaran.

Perangkat organisasi terdiri dari Badan Pengurus Harian (BPH) dan 4 (empat) bidang. BPH dan keempat bidang tersebut bersama-sama menyusun program kerja FOKMA selama satu tahun.

Kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh organisasi ini, diantaranya; Liga Anggaran, Kuliah Umum Anggaran, Temu Kenal dengan Kapusdiklat Anggaran, tentir, bimbingan belajar gratis Bina Insani FOKMA, bakti sosial, penerbitan buletin FOKMA, album kelas, majalah dinding, information center untuk mahasiswa tingkat akhir, dan Budget Exhibition.

Forum Komunikasi Mahasiswa Akuntansi Konsentrasi Perpajakan (FORMAKPA)
FORMAKPA adalah himpunan mahasiswa yang menaungi mahasiswa mahasiswi Akuntansi Konsentrasi Perpajakan (AKP). FORMAKPA bertujuan sebagai wadah aspirasi, kreativitas, pengembangan bakat dalam bidang seni dan olahraga maupun potensi akademis yang ada. Selain itu, organisasi yang baru terbentuk pada tahun 2004 ini juga berfungsi sebagai sarana penghubung yang sah antara mahasiswa dan mahasiswi AKP dengan lembaga STAN maupun dengan organisasi/elemen kampus STAN lainnya.

FORMAKPA pernah menyelenggarakan acara Talk Show mengenai “Eksistensi AKP Sekarang dan Akan Datang dan Malam Kekraban angkatan 2003-2004 untuk mendekatkan mahasiswa mahasiswi AKP itu sendiri. Semoga FORMAKPA selanjutnya dapat menjadi panutan bagi adik-adik angkatan selanjutnya dan sebagai penghubung yang berperan serta untuk kemajuan STAN dan spesialisasi AKP itu sendiri.

BADAN OTONOM dan INTEREST CLUB
STAPALA
Sebagai organisasi pecinta alam STAN yang telah berdiri sejak 24 November 1979 dengan semboyan “mencintai alam tanpa melupakan akademis”. STAPALA terus mengembangkan sayap dengan kegiatan-kegiatan
kepecintaalaman dan bidang lain. Sungguh bukan suatu hal yang singkat dalam waktu, STAPALA selalu hadir dalam kegiatan tahunan seperti peringatan 17 Agustus di puncak gunung, pelepasan ajun/wisuda rimba, perkemahan umum, donor darah, fotografi untuk mengabadikan serta mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui ciptaan-Nya yang tersebar di seluruh alam semesta ini, dan kegiatan lain yang positif yang membawa misi STAPALA sendiri. STAPALA sendiri telah mencatatkan prestasi sebagai suatu kebanggaan besar seperti sukses pendakian Mount Blanc Perancis, Matterhorn Swiss, Mount Cooke New Zealand, Kilimanjaro Afrika Selatan, dabn ekspedisi-ekspedisi lainnya.

Bagi mereka yang sangat menyukai tantangan, gemar naik gunung, panjat tebing, serta kegiatan-kegiatan yang bersifat petualangan seperti penelusuran gua, susur pantai, dan arung jeram, organisasi inilah tempatnya.

STAN English Club (SEC)
SEC didirikan tahun 1983. Sebelumnya bernama SPECC (STAN Prodip English Conversation Club). Organisasi ini berkomitmen untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam berbahasa Inggris dan berfikir kritis. SEC percaya bahwa memiliki kemampuan lebih dalam berbahasa Inggris dan berfikir kritis merupakan suatu langkah pasti untuk lebih mampu berkompetensi dalam persaingan global. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain; mendatangkan native speaker, berkunjung ke Kedutaan Besar, mengikuti berbagai kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional dan perguruan tinggi, test TOEFL, outing program, A Day in English, English Competition, English Discussion, English Seminar, Bazaar Exhibition, Debating Training, dan baru saja sukses menyelenggarakan rangkaian acara GENESIS 2004.

Prestasi yang telah diraih SEC antara lain:
1. Juara I dan III Indonesian Varsities English Debate Competition.
2. Juara II dan III ALSA English Debating Competition 2004.
3. Juara II Java Overland English Debate Competition 2004.
4. Juara III National Environmental Debate Competituon 2004.
5. Finalis Founders Trophy British Parlianment Competition 2003.
6. Sebagai wakil Indonesia dalam kejuaraan ASEAN Environmental Debate 2002 dan 2004.
7. Juara II Battle of Wits TVRI 2003.
8. Juara I Founders Trophy British Parlianment Competition 2002.
9. Juara II National Environmental Debate Competition 2002.
10. Juara I dan II Java Overland English Debate Competition 2001.
11. Juara I Guessing Word Contest.
12. Sebagai wakil STAN dalam Debating Contest antara perguruan tinggi se-Indonesia di ITB dan meraih Juara II tahun 2000.

Shariah Accounting Finance Forum (SHAFF)
SHAFF merupakan lembaga kajian ekonomi Islam yang dibentuk beberapa mahasiswa muslim yang memiliki interest dan komitmen terhadap ekonomi syari’ah yang didirikan pada tanggal 7 Juli 2000. Pada saat berdirinya bernama ISES (Islamic Studies for Economic Society), namun atas kesepakatan dengan lembaga maka bergantilah nama menjadi SHAFF. Ekonomi sosialis telah terbukti tidak mampu menjawab dan menghadapi kebutuhan manusia yang semakin kompleks. Begitu juga dengan sistem ekonomi liberal, semakin banyak menimbulkan kekacauan karena menganut sistem yang tidak adil. Ekonomi Islam diyakini muncul sebagai solusi atas semua permasalahan ekonomi.

Visi SHAFF adalah menjadi pusat kajian ekonomi Islam yang dilandasi moralitas, profesionalitas, dan kemandirian di lingkungan akademisi, yang dalam setiap geraknya selalu dilandasi oleh misinya yaitu mengembangkan pemahaman tentang ekonomi Islam di lingkungan akademisi dan mewujudkan mahasiswa yang memiliki wawasan ekonomi dan aplikasinya secara komprehensif.

SHAFF mengkaji beberapa konsep keilmuan dan aplikasi ekonomi Islam di bidang Accounting, Fiscal and Monetary, Finance, dan Fiscal and Banking. Dalam melaksanakan organisasinya pengurus mendapat saran dari Dewan Pakar. Kegiatan-kegiatan SHAFF antara lain adalah seminar ekonomi syariah, Kuliah Informal Akuntansi Syariah (KIAS), mentoring ekonomi Islam, Islamic Capital Market Forum, mengembangkan forum diskusi ekonomi Islam antar kampus dan juga kajian internal setiap Jumat sore.

STAN Capital Market Club (STAN CMC)
STAN-CMC merupakan pusat informasi, pusat penelitian, pendidikan, konsultasi, dan investasi di bidang pasar modal bagi civitas akademika STAN dan masyarakat sekitarnya. Sebagai pusat informasi dan riset. STAN-CMC menyediakan referensi serta mengembangkan riset yang berkaitan dengan pasar modal melalui buku, publikasi, data statistik, serta akses informasi tercepat melalui jaringan internet.

Sebagai pusat pendidikan dan latihan, STAN-CMC menjadi wadah pendidikan dan pelatihan di bidang pasar modal yang dapat memberikan sumbangan berharga bagi mahasiswa STAN. Dan sebagai pusat konsultasi dan intervensi pasar modal, STAN-CMC merupakan ajang aplikasi langsung atas teori pasar modal yang telah mereka peroleh di bangku kuliah.

STAN Audit Club (SAC)
SAC merupakan tempat berlatih bagi para mahasiswa dalam mempraktekkan ilmu auditnya sehingga tidak hanya pandai berteori dalam kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan teori tersebut dalam pelatihan–pelatihan yang dilaksanakan SAC.

Komunitas Bahasa Asing (KBA)
KBA adalah sebuah kelompok minat (interest club) yang didirikan pada tanggal 18 April 2001, sebagai wadah yang mengakomodasi para mahasiswa STAN di semua program, tingkat, dan spesialisasi yang mempunyai ketertarikan terhadap bahasa asing selain bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Visi KBA adalah terciptanya kesadaran akan pentingnya bahasa asing dalam era globalisasi. Misi KBA adalah menyelenggarakan usaha-usaha menumbuhkan minat dan kemampuan berbahasa asing serta membangun jaringan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan bahasa asing. Kegiatan KBA antara lain pertemuan rutin mingguan, periodic test, majalah dinding, inaugurasi, Pekan Bahasa Internasional, seminar bahasa Internasional, kerja sama dengan Lembaga Bahasa dan Kedutaan Besar serta Pusat Kebudayaan, kerja sama dengan Komunitas Bahasa di universitas lain dan sebagainya.

Al-Lughoh
Al-Lughoh adalah interest club bagi mahasiswa yang mempunyai ketertarikan terhadap bahasa Arab sebagai salah satu sarana pemahaman dan dakwah Dienul Islam. Pendirian Al-Lughoh diprakarsai oleh beberapa mahasiswa STAN yang mempunyai komitmen untuk belajar bahasa Arab. Berbekal azzam yang kuat maka terbentuklah Al-Lughoh yang diresmikan pada hari Jumat tanggal 1 Desember 2000 dan merupakan sebuah kelompok studi bahasa Arab yang ada di kampus STAN. Al-Lughoh hadir atas dasar urgensinya bahasa Arab bagi umat Islam pada umumnya dan khususnya di lingkungan kampus ini.

Dengan mempelajari dan memahami bahasa Arab kita dapat memahami Alqur’an dan As-Sunnah sebagai sumber hukum yang utama dimana didalamnya terkandung khazanah keilmuan yang tak ternilai harganya sehingga insya Allah kita dapat memahami Islam secara benar, utuh, dan mendalam. Visinya adalah terciptanya kembali kepedulian, kesadaran, dan kecintaan umat kepada bahasa Arab.

Sedangkan misinya yaitu:
1) Menyelenggarakan usaha-usaha untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kemampuan bahasa Arab.
2) Mengembangkan potensi diri pribadi dan ummat untuk mendukung dakwah melalui bahasa Arab.
3) Membangun jaringandenagn pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan bahasa Arab.

Dengan tujuan untuk:
1) Memasyarakatkan kembali bahasa Arab di lingkungan kampus STAN 2) Menggalang ukhuwah melalui bahasa Arab sebagai bahasa pengantar antar kalangan.
3) Turut menggelorakan/Nashru dakwah kampus.

Keanggotaan Al-Lughoh terbuka bagi semua mahasiswa/I STAN di semua program, tingkat, dan spesialisasi yang mempunyai ketertarikan terhadap bahasa Arab, sebagai sebuah bahasa dakwah, bahasa Alquran, dan bahasa ahli surga. Kegiatan utama Al-Lughoh saat ini adalah Liqo’ Usbu’I yaitu kajian bahasa Arab yang diadakan setiap minggu, Dinamika-Bintal, Farsa, Lomba Pidato, Shohibul Lughoh, Jazirah (kajian khazanah Islam dan dirosah Islamiyah), Dakwah Lughowiyah, Hiwar Yaumi (dialog sehari-hari), Kajian Nahwu, Kajian Kitab Kuning, dan bulletin dua bahasa.

Forum Lingkar Pena (FLP) STAN
Tanggal 12 Januari 2003, Kongres I FLP STAN diadakan sekaligus ditahbiskan sebagai hari jadi FLP ranting STAN. FLP sendiri kemudian masuk di bawah naungan Departemen Komunikasi BEM STAN. Berdirinya FLP dilatarbelakangi oleh realitas bahwa betapa kuatnya minat menulis dan membaca (terutama sastra) mahasiswa. FLP hadir untuk menjadi wadah bagi mahasiswa yang mempunyai minat, potensi dan bakat menulis, memotivasi dan berusaha mengkoordinir anggotanya demi kemajuan dunia kepenulisan di kalangan anggotanya khususnya dan di tanah air pada umumnya. Agar dapat mencetak penulis-penulis muda yang berbakat, berkualitas serta produktif. Maka tidak salah jika FLP mempunyai semboyan ”Berbakti, Berkarya, dan Berarti”. Sejak kongres I diadakan tercatat hampir 100 mahasiswa yang menyatakan diri bergabung dengan FLP. Kegiatan/program kerja yaitu:
1. Mengadakan pertemuan rutin (mingguan, bulanan) bagi para anggotanya dengan menggunakan pembicara tamu dari kalangan sastrawan, jurnalis, cendekiawan, dan lain-lain.
2. Mengadakan diskusi/seminar tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan kepenulisan atau situasi kontemporer.
3. Mengadakan workshop penulisan fiksi/nonfiksi.
4. Menerbitkan buletin atau majalah.
5. Penerbitan karya para anggota dalam madding.
6. Kampanye gemar membaca dan menulis ke SMP, SMU, dan pesantren di Indonesia secara berkala.
7. Mengadakan kajian ke-Islaman bagi para anggota dan masyarakat umum.
8. Pendirian Pondok Cahaya (Pondok Baca dan Hasilkan Karya) di STAN (posko FLP).
9. Acara yang kreatif dalam membentuk kecintaan mahasiswa STAN khususnya di bidang seni dan sastra yang indah.

Dengan hadirnya FLP diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan mahasiswa STAN yang sebelumnya kurang terwadahi, di samping pula turut serta dalam membangun citra pers kampus yang obyektif dan bertanggung jawab.

Alamat untuk berkorespondensi dengan FLP STAN adalah flp_stan@yahoo.com.

Media Center (MC)
Media Center adalah salah satu bentuk lembaga pers yang didirikan sebagai wadah pembentuk paradigma kemahasiswaan yang kritis dalam menyikapi persoalan yang ada. Sebagai organisasi yang berperan sebagai pembentuk opini publik serta penyalur aspirasi mahasiswa, organisasi ini harus memposisikan diri secara netral, independen, dan menjadi milik mahasiswa sepenuhnya. Media Center STAN merupakan organisasi kemahasiswaan yang mengusung cita-cita ideal pers kampus, tanpa kepentingan ataupun intervensi dari pihak lain terutama menyangkut materi pemberitaan. Cikal bakal Media Center STAN adalah Deputi Media dan Publikasi BEM STAN tahun 2002/2003. Saat itu pertama kali Tabloid Civitas terbit melengkapi Majalah Dinding Fokus, setelah tahun sebelumnya media kampus hanya berupa buletin dari Departemen Komunikasi BEM. Kemudian pada tahun 2004 Media Center STAN berdiri sebagai organisasi yang terpisah dari BEM. Selayaknya sebagai sebuah organisasi, Media Centrer STAN juga memiliki visi dan misi yang menjadi pola pikir untuk bergerak. Visi Media Center STAN adalah Bersama Membangun Paradigma. Dari visi itu dikembangkan 3 (tiga) misi pokok untuk mewujudkannya, yaitu:

1) Menjadi wadah aspirasi dan mediator seluruh elemen kampus.
2) Memberikan wacana yang mencerdaskan dan mencerahkan.
3) Menstimulasi kepekaan pemikiran mahasiswa.

Produk yang dihasilkan oleh Media Center STAN kini adalah Majalah Civitas per catur wulan (menggantikan tabloid yang dulu terbit tiga bulan sekali), Koran Civitas tiap dua pekan, dan Majalah Dinding Focus. Selain itu terdapat pula agenda tahunan yang juga dikelola oleh Media Center STAN berupa Bakti Sosial dan Pekan Jurnalistik Mahaiswa (PJM)- yang terdiri dari Pelatihan Dasar Jurnalistik, Workshop Penulisan Ilmiah, Workshop Public Speaking, PJM Goes to Media (kunjungan ke media massa), dan PJM Contest.

Media Center STAN bermarkas di gedung G 101 yang disebut sebagai Bengkel Pers Mahasiswa. Sampai saat ini ada sekitar 40 (empat puluh) orang yang tergabung dalam Media Center STAN. Selain Pemimpin Umum, Bendahara, Sekretaris, dan Rumah Tangga, Media Center STAN memiliki tiga bidang utama yaitu Redaksi, Litbang, dan Perusahaan. Dalam keredaksian ada beberapa bidang kegiatan, yaitu News Center yang bertanggung jawab pada pencarian isi berita, Art Center yang menangani segi artistik, Redaksi yang mengatur penyajian berita untuk masing-masing produk, serta Editor. Litbang merupakan unsur yang sangat penting. Selain bertanggung jawab pada validitas data yang dipakai, bidang ini juga mengorganisasi informasi, referensi, pustaka, dan sumber-sumber data lainnya. Untuk jangka panjang Litbang Media Center STAN berencana mengelola sebuah perpustakaan mini yang terbuka untuk mahasiswa. Bidang utama yang terakhir adalah Perusahaan yang bertugas mengelola kegiatan marketing (misalnya iklan) dan produksi (yang berhubungan dengan percetakan). Bidang ini juga memiliki usaha yang dikelola secara profesional seperti percetakan dan desain kreatif.

Profil STANic (STAN Informatics Club, baca: stan ai si)
STANic sebelumnya merupakan cikal bakal dari SPCC (STAN Prodip Computer Club) yang dibentuk tanggal 17 November 1997 yang secara struktural berada di bawah BEM sebagai badan otonom. STANic didirikan pada tanggal 5 Juli 2004 yang merupakan wadah bagi mahasiswa STAN yang memiliki minat dan perhatian terhadap pekembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama yang berbasis komputer di lingkungan kampus. STANic dibentuk sebagai sarana atas permintaan masyarakat STAN terhadap pendidikan komputer yang akan menunjang kemampuan akademik mahasiswa STAN.

STANic bukan merupakan tempat kursus gratis, melainkan organisasi yang menuntut para anggotanya untuk belajar komputer dan berusaha untuk mengembangkan organisasi STANic. Di dalamnya, anggota STANic mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang berhubungan dengan dunia komputer. Kegiatan rutin STANic antara lain: tutorial, praktek, workshop-workshop dalam bidang aplikasi komputer, pelatihan komputer, diskusi dan feedback atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Selain itu, diadakan juga kegiatan-kegiatan strategis seperti proyek-proyek yang berhubungan dengan dunia IT (warnet, even-even seputar teknologi informasi), dan juga mengelola situs web STAN dan sebagainya.

Sistem keanggotaan STANic bersifat seumur hidup, dalam arti tidak hanya ketika menjadi mahasiswa STAN. Rekruitmen diadakan setiap setahun sekali dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh pengurus, tetapi hanya yang pasti adalah untuk menjadi anggota STANic adalah tidak harus bisa mengoperasikan komputer .

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) STAN
Koperasi Mahasiswa (KOPMA) STAN merupakan badan otonom yang berdiri sendiri yang terpisah dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). KOPMA STAN berdiri pada tahun 1989 dengan salah seorang pendirinya adalah Helmi Yahya. Kehadiran koperasi bagi mahasiswa dirasa sangat memberikan manfaat yang besar. Hal ini pun disadari oleh KOPMA sebagai satu-satunya koperasi mahasiswa di kampus ini. KOPMA STAN sebagai tempat pemenuhan kebutuhan kuliah mahasiswa STAN. sekaligus sebagai sarana mengembangkan dan mempraktikkan kemampuan berwirausaha.

Selain bergerak di lingkungan intern kampus, KOPMA STAN juga mengembangkan usaha baik bisnis ataupun non bisnis dengan pihak eksternal kampus, misalnya seminar wirausaha dengan bekerjasama dengan KOPMA-KOPMA Jabotabek, kegiatan-kegiatan sosial, dan pengembangan usaha bersama dengan KOPMA-KOPMA Jabotabek.

STANIA
Bagi mahasiswi yang senang melakukan demo dapat bergabung dalam wadah ini, tentu saja demo masak bukan demo yang lainnya. Boleh dibilang organisasi ini termasuk “eksklusif”, karena hanya mahasiswi saja yang mempunyai kesempatan untuk berkiprah di dalamnya. Karena organisasi ini khusus untuk mahasiswi saja, kegiatan yang digelar selalu berbau kewanitaan, seperti seminar kewanitaan, pelatihan-pelatihan dalam masalah rumah tangga, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan wanita.

1. UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM)
a. Beladiri
Kegiatan kelompok olahraga keras ini sangat bervariasi dan banyak ragamnya. Berbagai cabang olahraga bela diri dari beberapa aliran seakan-akan ingin menunjukkan aktivitas dan prestasi masing-masing. Olahraga ini antara lain meliputi:
1) Taekwondo
2) Kempo
3) Merpati Putih
4) Perisai Diri
5) Satria Nusantara
6) Kungfu Muslim
7) Tiffan

b. Chess Interest Club (CIC)
Chess Interest Club (CIC) berdiri pada tanggal 22 September 1998 dengan SK Nomor Kep-001/BPH.KU/98 tentang pengangkatan ketua klub catur. Sebelumnya CIC bernama PSP (Pion STAN Prodip) yang merupakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang percaturan. Visi ke depan organisasi ini adalah menumbuhkan dan menyalurkan bakat dan minat mahasiswa dan anggota klub agar sportif dan profesional di bidangnya.

Selama ini CIC telah mengirimkan anggotanya untuk menjadi anggota di sekolah catur GM Utut Adianto. Selain itu CIC juga menjalin kerja sama dengan klub catur yang ada di Page 20 Departemen Keuangan dan mengadakan home tournament triwulan dengan sistem elo rating versi STAN.

c. Teater Alir
“Alir” merupakan nama kelompok teater di STAN yang sudah berdiri sejak pertengahan Juni 1998. Kelompok teater ini muncul dari ide dari Departemen Seni dan Budaya BEM STAN yang waktu itu menginginkan kehidupan seni dan budaya di kampus STAN menjadi hidup. “Alir” selalu mengadakan latihan secara rutin setiap kamis malam di Gedung C yang latihannya dipandu oleh pelatih dari IKJ.

d. Masyarakat Fotografi STAN (MAFOS)
MAFOS adalah organisasi kegiatan mahasiswa di bidang fotografi. Organisasi ini berdiri sejak pertengahan Maret 1999 ini mengajak mahasiswa untuk aktif di bidang fotografi, juga dapat mengaktualisasikan ide dan gagasannya agar bisa diterima di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan yang diadakan MAFOS antara lain workshop fotografi, pameran foto, dan Hunting Plus-plus.

e. STAN Prodip Sport Club (SPSC)
STAN Prodip Sport Club (SPSC) menghimpun mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan hobi olah raga yang dimiliki. Sekarang ini jenis olah raga yang di fasilitasi oleh SPSC adalah sebagai berikut:
1) Sepak Bola
2) Bola Basket
3) Bola Volley
4) Bulu Tangkis
5) Tenis Meja

f. Al-Qossam Entertainment
Al-Qossam adalah salah satu interest club yang hadir di kampus STAN dengan tujuan semula untuk pemasyarakatan seni Islam. Karena terasa dewasa ini seni non Islami berkembang dengan pesat dan dapat merubah pola pikir di masyarakat. Metode pendekatan melalui seni Islam diharapkan dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lahir pertengahan tahun 2000 melalui buah pemikiran beberapa orang yang berminat memasyarakatkan seni Islam. Seni Islam bukan hanya sebagai alternatif, melainkan menjadi pilihan utama setiap muslim dalam mencari hiburan adalah visi yang diemban oleh setiap generasi Al-Qossam. Tim nasyid Azzam dan teater Nafas di ikhwan, serta tim nasyid Alfi Zahr dan teater Al-Khonsa di akhwat adalah saluran bagi para pelaku seni dalam mengaktualisasikan bakat dan berperan serta dalam dakwah melalui seni.

Sebagai sebuah organisasi yang baru, memang belum banyak peran serta yang diwujudkan Al-Qossam dalam masyarakat, terlebih lagi saat ini seni Islam sendiri masih tertinggal dari seni non Islami, baik kuantitas maupun kualitasnya. Sehingga seni Islami masih terasa asing bagi masyarakat. Terobosan yang dilakukan selama ini adalah dengan pembinaan mahasiswa melalui sanggar seni Islam yang mencakup bidang teater, nasyid/olah vokal. Al-Qossam juga aktif melakukan kegiatan di dalam dan luar kampus. Kegiatan yang pernah dilakukan adalah pengelolaan acara (organizer) Bintal Dinamika tahun 2000 dan 2001, pagelaran seni Islam di Bintaro Plaza tahun 2000, Dialog Interaktif dengan siswa SMP, pameran buku di PERBANAS 2001, Muharam Fair 2003 dan mengisi acara di berbagai forum.

D. Instansi Alumnus STAN
Karena STAN merupakan sekolah ikatan dinas, maka setiap lulusannya akan disalurkan bekerja di Instansi-instansi Departemen Keuangan serta Lembaga Pemerintah lainnya. Banyaknya kabar burung dan isu-isu yang cenderung merugikan STAN seringkali menyebabkan banyak calon mahasiswa STAN mengambil keputusan yang keliru. Focus utama dari isu-isu itu adalah mengenai status STAN. Saat ini, lulusan STAN masih dimungkinkan untuk diangkat menjadi PNS. Artinya, setelah lulus nanti sebenarnya nuansa ikatan dinas masih ada. Namun, masyarakat sering menangkap salah dari informasi ini. Padahal, selama ini, tidak ada lulusan STAN yang terlantar mencari pekerjaan.

Mahasiswa STAN memang tidak memperoleh uang saku lagi. Tetapi hal-hal lainnya kurang lebih hampir sama. Kuliah gratis, buku literature dipinjami, dan yang penting dan utama, semua luluisan STAN tetap diangkat sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Keuangan walaupun tidak secara langsung. Namun sebenarnya proses yang ada hayalah bersifat formalitas belaka. Hal ini dapat dilihat dan dibuktikan dengan kenyataan bahwa semua luluisan STAN setiap tahun diangkat dan ditempatkan di instansi-instansi di dalam lingkungan Departemen Keuangan. Gambaran mengenai instansi-instansi penempatan ini dapat dijelaskan dalam info STAN ini.Dalam Info-STAN ini kami akan menyajikan informasi semua instansi tempat lulusan STAN bekerja yang akan disajikan lengkap dalam tiga edisi Info-STAN.


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (DJP)
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perpajakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh menteri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perpajakan dewasa ini menjadi pilar utama penerimaan pemerintah dalam APBN. Hal ini bisa terlihat bahwa 70% penerimaan negara bersumber dari pajak. Untuk meningkatkan penerimaan perpajakan dan menggali potensi perpajakan dengan optimal, pemerintah sedang melakukan reformasi perpajakan. Salah satu yang menonjol dari reformasi ini adalah pembentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) modern. KPP modern akan terus dibentuk di seluruh Indonesia dan direncanakan pembangunannya akan selesai tahun 2010. KPP modern yang telah terbentuk adalah KPP untuk wajib pajak besar dan menengah serta KPP modern untuk Kantor Wilayah Jakarta I.

Setiap tahun, Direktorat Jenderal Pajak merupakan instansi terbesar yang menyerap lulusan STAN. Tidak kurang dari dua ratusan mahasiswa spesialisasi Akuntansi dan mahasiswa spesialisasi Perpajakan ditempatkan di KPP. Sedangkan seluruh lulusan spesialisasi penilai (PBB) ditempatkan di KPPBB.

DIREKTORAT JENDERAL BEA dan CUKAI (DJBC)
CUSTOMS (Instansi Kepabeanan) di mana pun di dunia ini termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Instansi Kepabeanan di Indonesia), juga disadari sebagai organisasi yang keberadaannya amat esensial. Belum ada institusi yang memiliki peran yang harus mengemban tugas :
· perlindungan masyarakat atas masuknya barang-barang berbahaya;
· perlindungan kepada industri tertentu dari persaingan barang-barang impor sejenis (proteksi);
· memberantas penyelundupan;
· diberikan/dititipkan tugas oleh instansi-instansi lain yang berkepentingan dengan lalu lintas barang yang melampaui batas-batas negara;
· sekaligus berkewajiban untuk menghasilkan penerimaan negara untuk kepentingan laju perkembangan nasional;

Tugas pokok Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah sebagai berikut: Melaksanakan sebagian tugas pokok Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai, berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh menteri dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah Pabean dan pemungutan Bea Masuk dan Cukai serta pungutan negara lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai fungsi :
1. perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kepabeanan dan cukai, sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh menteri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;
2. perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pengamanan teknis operasional kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean, sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh menteri dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3. perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pengamanan teknis operasional di bidang pemungutan bea masuk dan cukai serta pungutan lainnya yang pemungutannya dibebankan kepada Direktorat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;
4. perencanaan, pembinaan dan bimbingan di bidang pemberian pelayanan, perijinan, kemudahan, ketatalaksanaan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
5. pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai dan penindakan di bidang kepabeanan dan cukai serta penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai Keppres nomor 84/2001, instansi vertikal Ditjen Bea dan Cukai terdiri dari:

1. Kantor Wilayah direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC), yang mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan tugas di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kanwil DJBC memiliki 3 tipe yaitu tuipe A, tipe khusus, dan tipe B.
2. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC), yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai dalam daerah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KPBC terdiri dari 4 tipe ; yaitu tipe A, tipe khusus, tipe B, dan tipe C. Kantor bantu pelayanan bea dan cukai adalah unit organisasi non-struktural yang mempunyai tugas melaksanakan urusan kepabeanan dan cukai berdasrakan pelimpahan wewenang dari kantor pelayanan. Sedangkan pos pengamatan dan pengawasan bea dan cuaki adalah unit organisasi non-struktural yang mempunyai tugas malaksanakan tugas pengawasan dan pengamatan lalu lintas barang impor, dan barang kena cukai yang berada di lingkungan kantor pelayanan.

Direktorat ebnnderal Bea dan Cukai juga menerima lulusan dari spesialisasi Akuntansi yang bertugas sebagi verifikator serta seluruh lulusan dari spesialisasi Bea dan Cukai.

BADAN KEBIJAKAN FISKAL
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan yang mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal dan kerjasama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, BKF menyelenggarakan fungsi :
· Perumusan rekomendasi kebijakan pendapatan negara, belanja negara, ekonomi dan keuangan;
· Perumusan rekomendasi pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi asumsi-asumsi dasar ekonomi makro jangka menengah;
· Perumusan, pelaksanaan dan evaluasi kerjasama ekonomi dan keuangan internasional;
· Analisis atas usulan rumusan kebijakan pendapatan negara, belanja negara, dan ekonomi dan keuangan;
· Analisis, evaluasi dan pengelolaan risiko fiskal;
· Pengkajian kebijakan ekonomi, keuangan, dan fiskal;
· Evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pendapatan negara, belanja negara, ekonomi dan keuangan;
· Pemantauan perkembangan ekonomi dan keuangan;
· Penyusunan dan pengembangan model ekonomi dan keuangan;
· Penyelenggaraan sosialisasi kebijakan fiskal; Pengelolaan data dan statistik;
· Koordinasi pelaksanaan kegiatan tim tarif;
· Pelaksanaan administrasi Badan.

BKF terdiri dari 6 unit eselon II, yaitu:
1. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN))
2. Pusat Kebijakan Belanja Negara (PKBN)
3. Pusat Kebijakan Ekonomi dan Keuangan (PKEKU)
4. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)
5. Pusat Kerjasama Internasional (PKSI)
6. Sekretariat Badan Kebijakan Fiskal


DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA (DJKN)
DJKN adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang kekayaan negara, piutang negara dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tugas Pokok dan Fungsi DJKN
Tugas Pokok :
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi :
1. Penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
3. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Struktur Organisasi DJKN

Struktur Organisasi DJKN
• Sekretariat;
• Direktorat Barang Milik Negara I;
• Direktorat Barang Milik Negara II;
• Direktorat Kekayaan Negara Lain-lain;
• Direktorat Penilaian Kekayaan Negara;
• Direktorat Piutang Negara;
• Direktorat Lelang;
• Direktorat Hukum dan Informasi
• Kantor Wilayah;
• Kantor Operasinal.

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN (BPPK)
Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang akan menentukan keunggulan institusi saat bersaing di era globalisasi. Oleh sebab itu, pembinaan dan pengembangan SDM yang profesional mendapatkan prioritas utama di Departemen Keuangan, yang sebagian tugas tersebut dilimpahkan kepada Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). BPPK beralamatkan di Jalan Purnawarman No. 99 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No 2/KMK.01/2002, tugas pokok BPPK adalah Membina, mengkoordinasikan dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pelatihan dan penataran keuangan negara berdasakan kebijakan Menteri Keuangan dan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Untuk melaksankan tugas tersebut BPPK menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan, pelatihan, dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan
2. pelaksanaan kebijakan Menteri Keuangan di bidang pendidikan, pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan
3. Penelahaan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan penataran keuangan negara dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Departemen Keuangan dan
4. Pemberian pelayanan teknis dan administratif di lingkungan BPPK

BPPK terdiri dari 5 pusat pendidikan dan pelatihan yaitu:

1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai.
2. Pusdiklat Perpajakan. 3. Pusdiklat Anggaran.
3. Pusdiklat Bea dan Cukai.
4. Pusdiklat Keuangan Umum (meliputi diklat bagi pagawai Depatemen Keuangan selain pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Bea dan Cukai, dan Anggran, yaitu seperti Inspektorat Jenderal, DJLK, BAPEPAM, BAPEKI, DJAPK).
5. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

Untuk menunjang operasional BPPK, maka di beberapa daerah terdapat Balai Diklat. Balai Diklat ini merupakan pelaksana teknis penyelenggaraan pendidikan latihan, penataran para pegawai Departemen Keuangan yang berada di daerah. Berikut ini adalah daftar Balai Diklat Departemen

Keuangan:
1. Balai Diklat Keuangan I Medan
Gedung Keuangan Negara Jln. Pangeran Diponegoro 30 A,
Telp. 061-4555337 Fax. 061-4555337
Email: simdiklat1@yahoo.com.au.

2. Balai Diklat Keuangan II Palembang
Jl. Sukabangun II Kec. Sukarami Telp. 0711-418407
Jl. Kolonel Atmo No.56Telp. 0711-350456
Email: simdiklat2@yahoo.co.id

3. Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta
Jl. Solo Km.11 Purwomantani Kalasan Sleman Yogyakarta 55571 Telp. 0274-496219 Fax. 0274-497235
Jl. Pemuda No. 2 Semarang 50010 Telp. 024-3561100 Fax. 024-3567034
Email: simdiklat3@yahoo.co.id

4. Balai Diklat Keuangan IV Malang
Jl. Ahmad Yani Utara No. 200 Malang 65126 Telp. 0341-491527 Fax.0341-492251
Jl. Indrapura No. 5 Surabaya Telp. 031-3552513 Fax. 031-3552513
Email: simdiklat4@yahoo.co.id

5. Balai Diklat Keuangan V Balikpapan Kalimantan Timur
Gedung Keuangan Negara
Jl. Ahmad Yani 68 Telp. 0542-420285 Fax. 0542-396905
Email: simdiklat5@yahoo.co.id

6. Balai Diklat Keuangan VI Makassar
Jl. Ahmad Yani No.1 Makassar Sulawesi Selatan Telp. 0411-312800 Fax. 0411-312505
Email: simdiklat6@yahoo.co.id

7. Balai Diklat Keuangan VII Cimahi
Jl. Raya Gadog Bangkong 111 Cimahi Bandung Jawa Barat Telp. 022-6652636 Fax. 022-6654670
JL. Pemuda No. 36 Cirebon Jawa Barat Telp. 0231-208505 Fax. 0231-208505
Email: simdiklat7@yahoo.co.id

8. Balai Diklat Keuangan VIII Manado
Jl. Bethesda No. 24 Manado 95114 Sulawesi Utara Telp.0431-853344
Email: simdiklat8@yahoo.co.id

9. Perwakilan Pusdiklat Pegawai di Magelang
Jalan Alun-alun Utara No. 2 Magelang, Jawa Tengah Telp. 0293-363150
Email: simdiklat9@yahoo.co.id

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN KEUANGAN (ITJEN DEPKEU)
Itjen Depkeu adalah Menjadi pengawas intern Departemen Keuangan yang profesional dan bertaraf internasional atas pengelolaan keuangan dan kekayaan negara, untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Governance) dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Tugas Itjen adalah
Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Menteri, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku “.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
• penyiapan perumusan kebijakan pengawasan;
• pelaksanaan pengawasan kinerja, keuangan, dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri;
• pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal;
• penyusunan laporan hasil pengawasan.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut di atas, Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal yang dibantu oleh 9 unit eselon II, yaitu Sekretariat, Inspektorat Bidang I sampai dengan VII, dan Inspektorat Bidang Investigasi.

BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (BAPEPAM-LK)
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) merupakan lembaga otoritas pasar modal Indonesia yang dalam kegiatan operasionalnya di bawah Departemen Keuangan. Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari pasar modal dilakukan oleh Bapepam yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN (DJPB)
DJPB adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan yang mempunyai visi menjadi pengelola Perbendaharaan Negara yang Profesional, Transparan dan Akuntabel dalam Proses Mewujudkan Bangsa yang Mandiri dan Sejahtera

MISI
• Mewujudkan Pelaksanaan Anggaran yang Berbasis Kinerja
• Mewujudkan Pengelolaan Kas Negara yang Transparan dan Akuntabel
• Mewujudkan Tertib Administrasi Pengelolaan Barang Milik Kekayaan Negara
• Mengoptimalkan Surat Utang Negara sebagai sumber pembiayaan APBN
• Mengelola Pinjaman dan Hibah Luar Negeri sesuai kebutuhan APBN
• Menghasilkan Pelayanan di bidang Perbendaharaan dan Informasi Keuangan yang cepat, tepat dan akurat
• Mewujudkan Pengelolaan Piutang Pemerintah dan Kredit Program yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan

Tugas Direktorat Jenderal Perbendaharaan:
1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
3. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang perbendaharaan negara
4. Pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran
5. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara
6. Pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara serta pengelolaan aset dan kewajiban pemerintah
7. Verifikasi dan akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP)
8. Pelaksanaan akuntansi pusat dan penyusunan laporan keuangan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
9. Pengembangan sistem informasi perbendaharaan negara; pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang Direktorat Jenderal Perbendaharaan, silahkan kunjungi website www.perbendaharaan.go.id

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG (DJPU)
DJPU adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan yang mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pengelolaan utang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan perumusan kebijakan Departemen Keuangan di bidang pengelolaan utang;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang;
c. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pengelolaan utang;
d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
e. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.


Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari :
a.Sekretariat Direktorat Jenderal;
b.Direktorat Pinjaman dan Hibah Luar Negeri;
c.Direktorat Surat Berharga Negara;
d.Direktorat Portofolio dan Risiko Utang;
e.Direktorat Kebijakan Pembiayaan Syariah;
f.Direktorat Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen.

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, silahkan kunjungi website www.dmo.or.id

DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN (DJPK)
DJPK adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan yang mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. DJPK mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
c. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
e. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri dari:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
c. Direktorat Dana Perimbangan;
d. Direktorat Pinjaman, Hibah, dan Kapasitas Daerah;
e. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah.

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, silahkan kunjungi website www.djpk.depkeu.go.id

KEMENTRIAN BUMN
Kementrian BUMN mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pembinaan badan usaha milik negara. Fungsi Kementrian BUMN:
a. Perumusan kebijakan nasional dalam bidang pembinaan badan usaha milik negara.
b. Koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan badan usaha milik negara.
c. Pengelolaan barang milik / kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya.
d. Pengawasan atas pelaksanaan tugas
e. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada presiden.

Struktur Kementrian Negara BUMN terdiri dari:
a. Sekretariat Kementrian Negara BUMN
b. Deputi Bidang Usaha Perbankan dan Jasa Keuangan
c. Deputi Bidang Usaha Jasa lainnya
d. Deputi Logistik dan Pariwisata
e. Deputi Bidang Usaha Argo Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan
f. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi
g. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi.

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang Kementrian Negara BUMN, silahkan kunjungi website www.bumn-ri.com

KEMENTRIAN PEREKONOMIAN
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah unsur pelaksana Pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan mempunyai tugas membantu Presiden dalam mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian untuk mewujudkan perekonomian nasional yang mandiri, memperkokoh kondisi dalam negeri yang tangguh dalam menghadapi tantangan era globalisasi untuk dapat meningkatkan taraf hidup serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan visi untuk "Mewujudkan lembaga koordinasi dan sinkronisasi pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan" dan misi untuk "Meningkatkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian".

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang Kementrian Perekonomian, silahkan kunjungi website www.ekon.go.id

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP)
BPKP mempunyai tugas melaksanakan tugas Pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas, BPKP menyelenggarakan fungsi :
a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan;
b. perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan;
c. koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPKP;
d. pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan pengawasan keuangan dan pembangunan;
e. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, BPKP mempunyai kewenangan :
a. penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;
b. perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
c. penetapan sistem informasi di bidangnya;
d. pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan, dan supervisi di bidangnya;
e. penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidangnya;
f. kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu :
1.memasuki semua kantor, bengkel, gudang, bangunan, tempat-tempat penimbunan, dan sebagainya;
2.meneliti semua catatan, data elektronik, dokumen, buku perhitungan, surat-surat bukti, notulen rapat panitia dan sejenisnya, hasil survei laporan-laporan pengelolaan, dan surat-surat lainnya yang diperlukan dalam pengawasan;
3.pengawasan kas, surat-surat berharga, gudang persediaan dan lain-lain;
4.meminta keterangan tentang tindak lanjut hasil pengawasan, baik hasil pengawasan BPKP sendiri maupun hasil pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan, dan lembaga pengawasan lainnya. Struktur Organisasi

Dalam menjalankan fungsinya, BPKP memiliki susunan organisasi sebagaimana terlihat dalam bagan Struktur Organisasi.

BPKP dipimpin oleh seorang Kepala yang dibantu oleh satu Sekretaris Utama dan lima Deputi yang membawahi bidangnya masing-masing, yaitu Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Deputi Bidang Akuntan Negara, dan Deputi Bidang Investigasi. Selain itu, terdapat empat Pusat yaitu Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan, Pusat Informasi Pengawasan, dan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor.

BPKP dalam melaksanakan tugas pengawasannya mempunyai Kantor Perwakilan di 25 Provinsi seluruh Indonesia

Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang BPKP, silahkan kunjungi website www.bpkp.go.id

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK)
BPK didirikan pada 1 Januari 1947 di Magelang dengan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor 11/UM/tanggal 28 Desember 1947. Sedangkan tentang keberadaan BPK sendiri ditetapkan denagn UU nomor 5 tahun 1973 sebagai pengganti UU nomor 17 tahun 1965. tugas pokok BPK adalah memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan semua pelaksanaan APBN, atas dasar ketentuan yang berlaku dengan beberapa fungsi antara lain; menguji apakah pengeluaran negara yang terjadi menurut ketentuan APBN dan ketentuasn lainnya, menilik apakah penggunaan keuangan negara telah dilakukan denagn cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedudukan BPK menurut perubahan ketiga UUD 1945 adalah lembaga tinggi negara yang berkedudukan sejajar dengan lembaga tinggi negara lainnya, yang berfungai pengawasan pengelolaan keuangan Negara, yang dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dari pengaruh dan kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. Untuk melaksanakan semua fungsi diatas, BPK mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. Badan Pemeriksa Keuangan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
2. Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat dan/atau Dewan Perwakilan Rakyat Derah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan Undang-undang yang berlaku.
3. Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai dengan undang-undang.

Yang paling menonjol dari sistem pengembangan karier adalah BPK banyak memberi peluang pegawainya untuk meningkatkan pengetahuan dengan mengikutkan ke program yang lebih tinggi di luar negeri seperti di Inggris, Kanada, Australia, Malaysia, dan lain-lain.
Untuk dapat mengetahui profile lebih lanjut tentang BPK, silahkan kunjungi website www.bpk.go.id

E. Proses Pendaftaran Mahasiswa Baru
Seleksi untuk menjadi mahasiswa STAN dilakukan melalui Ujian Saringan Masuk STAN yang berupa ujian tertulis dan berlangsung hanya sekali setiap tahunnya. Biasanya pengumuman pendaftaran PROSES PENDAFTARAN STAN YANG BERJUBEL TIAP TAHUNNYA dilakukan pada bulan juni dan ujian dilaksanakan pada bulan Juli. Yang perlu diperhatikan dalam ujian masuk STAN adalah sistem yang digunakan. Calon mahasiswa perlu mengerti bahwa soal ujian terdiri dari Tes Kemampuan Umum, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan proporsi jumlah soal masing-masing 120, 20 dan 40. Dalam ujian tersebut digunakan bobot penilaian benar +4, salah -1 dan tidak menjawab 0. Selain itu sistem penilaian USM STAN juga menggunakan bobot nilai mati 1/3 artinya setiap materi ujian (TKU, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) minimal harus benar 1/3. Contoh seorang pendaftar di TKU benar 100 soal, Bahasa Inggris benar 35 tetapi Bahasa Indonesia hanya benar 6 maka otomatis pendaftar tersebut tidak akan lolos karena materi ujian bahasa indonesia terkena nilai mati (kurang dari 1/3 yang benar).

9 comments:

  1. doain ya semoga saya bisa keterima di stan perpajakan tahun depan amiiiiin !
    salam ilmu pengetahuan sosial .

    ReplyDelete
  2. hmmmm tinggalnya harus di asrama ga? terus kalo masalah hape gimana ya? kalo di akpol kan hape nya di searahin tuh, kalo di stan gimana?

    ReplyDelete
  3. Aku kurang tahu ya, tapi dari informasi temen:

    ada asrama tapi boleh ngekos, trsu hp kelihatannya bebas dipake... ^.^

    ReplyDelete
  4. Study in anywhere is good, the most important is never stop learning..

    ReplyDelete
  5. STAN sekarang uda gak langsung kerja bro

    ReplyDelete
  6. jangan sok tau bro, lebih baik gk tau sama sekali
    STAN itu masih tetep ikatan dinas !
    kalaupun gk, STAN udah terpandang bagus bro !

    ReplyDelete

Terima kasih atas Feed Back Anda (^,^)a